Minggu, 20 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 20 Mei 2012 | 04:37 WIB
MUKERNAS I
Daftar Caleg PPP Rampung Akhir 2012
M Agus Fauzul Hakim | Glori K. Wadrianto | Kamis, 23 Februari 2012 | 16:10 WIB
|
Share:
Kompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMKetua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Surya Dharma Ali, didampingi pengurus partai saat menggelar jumpa pers seusai Mukernas I di hotel Grand Surya Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/2/2012).

KEDIRI, KOMPAS.com - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memang tidak menentukan nama calon Presiden atau calon Wakil Presiden yang akan bertarung dalam Pemilu 2014. Namun helatan yang berlangsung di Kediri, Jawa Timur itu merumuskan beberapa strategi partai dalam menyongsong Pemilu yang kurang dua tahun lagi.

Wakil Ketua Umum Partai PPP, Lukman Hakim Syaefuddin, saat jumpa pers usai Mukernas di Hotel Grand Surya, Kota Kediri mengatakan, strategi-strategi yang disusun tersebut di antaranya kesiapan partai dalam berkonsentrasi menghadapi pemilihan kepala daerah hingga pemilihan legislatif dari semua tingkatan. "Baik caleg tingkat DPR RI, Provinsi, hingga Kabupaten," kata Lukman Hakim Syaefuddin.

Persiapan lebih awal dengan fokus pada Pilkada maupun Pileg itu menurutnya dilakukan untuk membuat posisi partai berlambang Ka'bah semakin kuat dalam partisipasi politiknya. "Minimal akhir tahun ini sudah ada daftar nama fix para calon legislatif yang lolos penyaringan," imbuhnya.

Rekruitmen caleg lebih awal akan memberi kesempatan lebih luas kepada caleg yang bersangkutan untuk mengenal dan memahami daerah pemilihannya, dan juga membuat masyarakat berkesempatan lebih luas mengenalnya. "Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas caleg," kata Lukman.

Sementara dalam Halaqoh para alim ulama, tidak hanya merumuskan mekanisme tata kerja program internal partai, namun juga berhasil merumuskan sebuah visi Indonesia masa mendatang. "Beberapa tokoh yang kita undang kemarin mampu memberikan pencerahan dan optimisme tersendiri bagi masa depan Indonesia," kata Lukman.