Minggu, 20 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 20 Mei 2012 | 04:36 WIB
MUKERNAS I
Soal Capres, PPP Tak Tentukan Nama
M Agus Fauzul Hakim | Glori K. Wadrianto | Kamis, 23 Februari 2012 | 14:43 WIB
|
Share:
Kompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMKetua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Surya Dharma Ali, didampingi pengurus partai saat menggelar jumpa pers seusai Mukernas I di hotel Grand Surya Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/2/2012).

KEDIRI, KOMPAS.com - Hingga berakhir, Mukernas I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kediri, Jawa Timur, partai berlambang Ka'bah ini tidak menentukan nama calon Presiden maupun Wakil Presiden yang akan bertarung dalam kontestasi Pemilu 2014 mendatang. Bahkan Ketua Umum Surya Dharma Ali tidak secara gamblang menyatakan kesiapannya menjadi calon Presiden.

"Saya belum bisa menjawabnya. Sebab saat ini saya bersama DPP DPW masih fokus mengumpulkan modal partai berupa suara dan jumlah kursi pada 2014 nanti agar partisipasi politik kepada bangsa lebih jauh lagi," kata Surya. dalam jumpa pers yang digelar usai rapat pleno terakhir Mukernas di Hotel Grand Surya Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/2/2012).

Sementara, Wakil Ketua Umum PPP sekaligus steering committee Mukernas, Lukman Syaefuddin, mengatakan, Mukernas hanya menentukan program program strategis untuk pemenangan partai pada masa mendatang. Sedangkan terkait nama-nama yang sering muncul dan sempat mewarnai jalannya Mukernas, akan dijadikan bahan rekomendasi kepada pengurus Pusat.

"Kita sepakati bahwa untuk nama-nama yang secara keseluruhan muncul, direkomendasikan kepada Pengurus Pusat untuk didalami, dikaji dan kemudian ada forum tersendiri," kata Lukman.

Forum khusus itu berupa Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang diadakan untuk menentukan sikap partai dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2014 nanti. Sebelumnya, di kalangan internal partai sempat muncul beberapa nama yang diusulkan menjadi calon Presiden maupun calon Wakil Presiden. Nama-nama tersebut seperti Jusuf Kalla, Hasyim Muzadi, Mahfud MD, Khofifah Indarparawansa serta Anis Baswedan yang kemudian diundang untuk menjadi orator pada Halaqoh Nasional ulama.

"Kita masih terlalalu dini menentukan nama," kilah Lukman Hakim.