KOMPAS/RIZA FATHONIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan memberikan arahan kepada 85 duta besar RI, 28 konsul jenderal, empat konsul, serta tiga kuasa ad-interim RI dari 88 negara pada Rapat Kerja 2012 Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (23/2/2012). Pengarahan oleh Presiden akan berlangsung di Ruang Pancasila, Kemlu, Jakarta.
Pada kesempatan ini, Presiden akan didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan beberapa anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Pada rapat kerja 2012, Marty mengajak para perwakilan RI di negara-negara sahabat untuk menjadi agen perubahan. Perkembangan dunia, kata Menlu, bergulir secara pesat dan fundamental sehingga membutuhkan cara pandang serta pola pikir yang dipertajam.
Menlu mencontohkan, perkembangan tersebut, antara lain, proses perdamaian di Timur Tengah yang tak lagi soal Palestina semata, ancaman pecahnya konflik di sekitar Selat Hormutz, Irak dan Afghanistan, peluang konflik di Laut China Selatan, serta masalah Thailand-Kamboja.
"Kita perlu menjadi agent of change, agen perubahan, [yang] cakap dan antisipatif mendorong perubahan ke arah yang lebih baik," kata Marty ketika membuka raker di Ruang Nusantara, Kemlu, Rabu (22/2/2012) kemarin.
Pada Rapat Kerja 2012 ini, Menlu dan peserta raker mengidentifikasi capaian yang sudah berjalan baik, serta hal-hal yang masih bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Raker juga mengidentifikasi peluang-peluang dan hambatan-hambatan yang ada serta mengkonsolidasikan raihan yang telah dicapai.

