PEKALONGAN, KOMPAS.com - Partai politik harus mengubah paradigma, dari sekadar membangun citra menjadi lebih beorientasi kerja nyata untuk masyarakat.
Dengan begitu, kepercayaan publik kepada partai akan meningkat dan partai bisa memperkuat diri sebagai pilar demokrasi.
Harapan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Ahmad Helmy Faishal Zaini, di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (22/2/2012).
Partai perlu merespons dengan baik atas beberapa hasil survei belakangan ini yang memperlihatkan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
Menurut Ahmad Helmy Faishal Zaini, yang juga Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, sudah saatnya paradigma politik pencitraan digeser ke paradigma aksi.
Jika dulu partai menebar janji saat kampanye, sekarang harus membuktikan janji itu dengan bekerja nyata untuk masyarakat. Untuk itu, partai harus dekat dengan masyarakat, menyerap berbagai masalah, dan memperjuangkan aspirasinya.
"Partai tidak boleh kehilangan kontak dengan masyarakat sehingga bisa menyerap apa saja kebutuhan masyarakat. Itu yang harus kita perjuangkan," katanya.
Dalam bentuk nyata, politisi yang menjadi anggota legislatif bisa mengawal perundangan yang memihak rakyat, dan mengawasinya agar berjalan baik. Mereka yang menjabat di eksekutif harus melahirkan kebijakan yang memperbaiki kehidupan masyarakat.
Partai juga diharapkan mau memperbaiki kaderisasi, dengan melahirkan pemimpin yang baik di semua tingkat.
"Pemimpin itu harus berjiwa negarawan yang mengutamakan kepentingan bangsa daripada partai dan pribadi," katanya.

