JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Pansus RUU Organisasi Masyarakat (Ormas) DPR, Nabiel Al-Musawa, mengapresiasi kinerja kepolisian dalam melakukan tindakan tegas kepada ormas yang melakukan tindakan melawan hukum.
Apalagi, tindakan tegas itu diberikan kepada organisasi preman yang meresahkan masyarakat serta mengganggu keamanan dan ketertiban umum, bahkan sampai melakukan tindak pidana pembunuhan.
"Saya apresiasi kinerja dan tindakan tegas aparat kepolisian kepada organisasi preman yang sudah sangat meresahkan dan cenderung melakukan kekerasan kepada korbannya," ujar Nabiel Al-Musawa di Jakarta, Rabu (22/2/2012).
"Saya kecewa dan khawatir tentang kebenaran bahwa organisasi preman dekat dengan kalangan pejabat pemerintahan dan kepolisian, bahkan sengaja dipelihara. Akibatnya, aparat hukum menemukan kesulitan ketika akan melakukan penindakan kepada mereka," katanya.
"Sudah menjadi rahasia umun, organisasi preman yang bisnisnya merentang dari penagihan utang, jasa penjagaan lahan sengketa, pengelolaan jasa parkir, sampai pengamanan tempat hiburan dan perkantoran di Ibu Kota setali tiga uang dengan para pengusaha bermasalah untuk mengamankan bisnisnya dan oknum kepolisian yang menerima setoran," ungkapnya.
Menurut Nabiel, Jakarta adalah ibu kota negara yang merupakan representasi Indonesia secara mikro karena kemajemukan masyarakatnya yang terdiri dari berbagai macam warga negara, etnis, agama, kelompok, dan golongan.
"Jika di sini saja masyarakat merasa tidak aman, hal ini akan menjadi bumerang buat pemerintah karena investor akan berpikir ulang jika akan menanamkan modalnya di sini," katanya.
Ia menambahkan, "Harus ada tindakan tegas dari pemerintah untuk melakukan tindakan yang dapat melindungi keselamatan dan keamanan masyarakat."
Nabiel Al-Musawa pun berharap, ke depan, pihak kepolisian dapat bekerja seoptimal mungkin, dengan harapan premanisme bisa disapu bersih di Jakarta dan seluruh kota di Indonesia.
"Polisi bertanggung jawab membersihkan preman yang meresahkan masyarakat. Jangan ada lagi premanisme di Jakarta dan seluruh kota di Indonesia," ujarnya.

