Selasa, 29 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 29 Mei 2012 | 01:46 WIB
BBM Naik, Rakyat Akan Diberi Kupon Angkot
Hindra Liu | Pepih Nugraha | Rabu, 22 Februari 2012 | 18:56 WIB
|
Share:
KOMPAS/PRIYOMBODOMenteri ESDM Jero Wacik beserta jajarannya mengikuti rapat kerja di Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan harga bahan bakar minyak akan naik seiring meroketnya harga minyak mentah dunia. Sebagai gantinya, rakyat yang terkena imbas kenaikan harga BBM akan diberikan kompensasi. Saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan beberapa alternatif kompensasi.

"Sedang dikaji. Ada tunai, ada uang transpor untuk rakyat yang naik angkot dan bus. (Pemerintah) kasih kupon uang transpor. Biar rakyat tidak berat," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Sementara itu, terkait beberapa alternatif kompensasi, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah belum dapat merincinya. "Kita tidak bisa sampaikan sekarang. Yang bisa saya sampaikan, ada bentuk kompensasi, stimulus, ada juga optimalisasi penerimaan dan pengurangan belanja," kata Agus.

Wacana kompensasi ini pertama kali disampaikan Presiden ketika membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Rabu. "Bantuannya bisa kita pikirkan (apakah seperti) yang dulu pernah kita lakukan atau kita modifikasi tambahan-tambahan baru yang memang tepat," papar Presiden.

Selain itu, Presiden juga meminta agar anggaran kompensasi kenaikan harga BBM harus berasal dari sumber yang tepat. Kepala Negara meminta kementerian dan lembaga negara menunda pengeluaran yang sifatnya rutin, seperti belanja gedung.

"Selain itu, anggaran pendidikan kita sangat besar. Maka, harus ada komponen bantuan kepada masyarakat miskin dari aspek pendidikan. Ini penting agar rakyat juga merasakan langsung," kata Presiden. Kepala Negara juga meminta agar dana tanggung jawab sosial perusahaan BUMN yang nilainya hingga Rp 5 triliun digunakan untuk menghadapi krisis harga minyak dunia.

Advertorial
»