SUMENEP, KOMPAS.com — Kekayaan bangsa Indonesia adalah keberagamaan. ”Keberagaman itu harus dihargai,” kata Bupati Sumenep A Busyro Karim.
Busyro mengemukakan pandangannya itu dalam pembukaan seminar kebangsaan bertema ”Satu Bangsa, Satu Perdamaian, dan Satu Kesejahteraan” di Pendapa Agung Keraton Sumenep, Madura, Selasa (14/2/2012).
Menurut Busyro, Sumenep menjadi salah satu catatan sejarah terbentuknya Indonesia. Sebab, bupati pertama Sumenep, Adipati Ariawiraradja, sudah bekerja sama erat dengan pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya.
Saat ini, lanjut Busyro, Sumenep yang memiliki 27 kecamatan, 9 di antaranya di wilayah kepulauan, memiliki potensi 6 triliun kaki kubik gas.
”Potensi ini cukup untuk 30 tahun ke depan,” kata Busyro.
Selain Pemerintah Kabupaten Sumenep, BP Migas dan Gerakan Ekayastra Unmada, menjadi mitra terselenggaranya seminar ini. Di samping Busyro, hadir sebagai pembicara adalah Ketua Gerakan Integritas Nasional KH Salahuddin Wahid, Kepala Divis Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas I Gde Pradnyana, Redaktur Politik Koran Tempo Sunudyantoro, dan Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah Teguh Santosa, serta Ketua Gerakan Ekayastra Unmada Putut Prabantoro. Redaktur Politik dan Hukum Harian Kompas Tri Agung Kristanto menjadi moderator seminar ini.

