Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 15:06 WIB
Kurang Efisien Periksa Pilot Satu Persatu
Ester Meryana | I Made Asdhiana | Jumat, 10 Februari 2012 | 20:48 WIB
|
Share:
KOMPAS.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Keselamatan dan Lingkungan Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Novianto Herupratomo, mengatakan pemeriksaan kesehatan awak pesawat secara satu persatu menjelang keberangkatan kurang efisien dari segi waktu. Prosesnya pun terbilang kompleks.

"Menurut saya bukan nggak mungkin (diperiksa satu per satu jelang keberangkatan). Tapi mau butuh berapa jam sebelum terbang. Dan jam kerjanya pilot mau dikasih berapa jam. Jadi nggak efisien. Menjadi tidak terimplementasi secara baik," kata Novianto kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Selain masalah waktu, proses pemeriksaan kesehatan pun menjadi lebih kompleks. Apalagi alat deteksi penggunaan narkoba dan alkohol bisa berbeda-beda waktu prosesnya. "Ada alat deteksi yang bisa mendeteksi 4 jam, bisa mendeteksi 2 hari bahkan sampai 2 tahun," ujarnya.

Lagi pula, kata Novianto, secara umum belum ada peraturan atau regulasi penerbangan sipil yang mengatur mengenai tes kesehatan sebelum berangkat khususnya untuk penerbangan komersial. Secara khusus, biasanya itu dilakukan untuk awak pesawat tempur atau penerbangan khusus.

"Belum pernah ada (aturan pemeriksaan kesehatan jelang keberangkatan di luar negeri). Yang ada dilakukan random check. Random check itu bukan semua orang dicek," pungkasnya.

Untuk diketahui saja, belakangan ini industri penerbangan nasional sedang disorot menyusul tertangkapnya lagi seorang pilot Lion Air ketika mengonsumsi narkoba. Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan terhadap seorang pilot Lion Air, SS, di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/2/2012) pukul 03.30 WIB.

SS ditangkap di kamar 2109 dengan barang bukti berupa bong berisi sabu 0,04 gram. Dari hasil tes urin diketahui SS positif menggunakan sabu. Belum lama ini, pilot Lion Air juga tertangkap menggunakan narkoba di Makassar.

 

Advertorial
»