Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 15:03 WIB
Perlu Gerakan Bersama Berdayakan Perempuan
Elok Dyah Messwati | Marcus Suprihadi | Kamis, 9 Februari 2012 | 21:29 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com- Karena kurangnya keterwakilan perempuan di DPR, perlu digalang sebuah gerakan bersama pemberdayaan dan penyamaan persepsi kader perempuan lintas partai politik, khususnya dalam upaya memantapkan perjuangan perempuan menghadapi pemilihan umum, pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah.

"Jumlah penduduk perempuan Indonesia lebih banyak, yaitu sekitar 50,88 persen sedangkan jumlah penduduk laki-laki hanya sekitar 49,12 persen," kata Sekretaris Jenderal Kaukus Perempuan Politik Indonesia Ratu Dian Hatifah di Jakarta, Kamis (9/2/2912).

Populasi penduduk perempuan yang lebih besar sebenarnya merupakan asset dan sumberdaya politik yang seharusnya dapat menopang posisi perempuan dalam proses politik formal di Indonesia. Realitas politik saat ini malah sebaliknya, jumlah populasi perempuan lebih besar daripada laki-laki, namun institusi perpolitikan masih sangat maskulin, tidak otomatis memiliki sensitive gender.

Kenyataannya, sampai saat ini perempuan masih merupakan kelompok marjinal yang secara historis selalu disisihkan dalam dunia politik dan pada proses-proses pengambilan keputusan publik.

Di sisi lain tingkat pengetahuan perempuan tentang politik sangat berkaitan erat dengan kesadaran politik perempuan, termasuk kesadaran untuk memilih partai yang peduli terhadap kepentingan perempuan maupun wakilnya yang perempuan di DPR maupun DPRD.

Advertorial
»