AMBON, KOMPAS.com — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, 4.200 orang sedang dilatih untuk bisa menganalisa dan memetakan jumlah dan distribusi pegawai negeri sipil di Indonesia. Ini diperlukan untuk penataan pegawai negeri yang kini timpang.
Azwar mengatakan ini saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi Seluruh Indonesia, di Ambon, Kamis (9/2/2012).
"Pelatihan kepada 4.200 orang itu sudah tuntas pada bulan Maret sehingga bisa mulai melakukan analisis. Namun jumlah itu masih kurang. Diperkirakan 4.200 orang itu baru sepertiga, dari jumlah tenaga profesional yang dibutuhkan untuk menganalisa jumlah dan distribusi pegawai di seluruh Indonesia," katanya.
Hasil analisa itu nantinya menjadi dasar penerimaan pegawai negeri sipil baru, dan distribusi pegawai negeri yang sudah ada. Dengan begitu ketimpangan yang terjadi selama ini tidak ada lagi.
"Kita coba agar penyebaran pegawai merata dan sesuai kebutuhan, tidak seperti selama ini. Ada yang pegawai negerinya banyak, tetapi di sisi lain ada posisi yang pegawai negerinya justru minim jumlahnya atau bahkan tidak ada sama sekali," katanya.

