RUMGAPRES/ABROR RIZKISetelah melakukan penerbangan sekitar 14 jam, dengan transit 1 jam di Guam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani tiba di Honolulu, Hawaii, AS. Pesawat khusus kepresidenan A330-300 milik Garuda mendarat di Pangkalan Udara Hickam, Sabtu (12/11/2011) pukul 06.45 waktu setempat atau Minggu (13/11/2011) dini hari di Indonesia.
JAKARTA, KOMPAS.com — Biaya carter pesawat kepresidenan RI selama lima tahun, mulai 2005-2009, menelan biaya Rp 813.794.347.727. Carter pesawat ini dilakukan guna memfasilitasi kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono ke daerah ataupun mancanegara. Angka ini belum termasuk biaya penginapan dan lainnya.
Demikian informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Sekretaris Negara Lambock V Nahattands pada jumpa pers di Kemsesneg, Jakarta, Kamis (9/2/2012). "Pesawat yang dicarter biasanya pesawat reguler atau komersial Garuda Indonesia," kata Lambock.
Lambock pun merinci biaya carter pesawat tersebut. Pada tahun 2005, biaya carter pesawat mencapai Rp 146.715.618.687, tahun 2006 Rp 128.422.869.532, tahun 2007 Rp 177.995.165.718, tahun 2008 Rp 203.937.409.178, dan tahun 2009 Rp 156.723.284.612. "Rata-rata biaya carter pesawat per tahun mencapai Rp 162.758.869.545," kata Lambock.

