ORANG-ORANG Belanda yang pertama-tama mengarungi samudera luas `hanya' menyiapkan kapal, tenaga dan perbekalan. Sebetulnya orang Portugis sudah dari seabad sebelumnya mulai berlayar bolak-balik ke Asia dan Nusantara.
Beberapa orang Belanda, termasuk Jan Huygen van Linschoten, orang Belanda pertama yang menginjakkan kaki di bumi Pertiwi, ikut berlayar dan bekerja pada kapal-kapal Portugis. Pada waktu itu, baru sedikit informasi yang tersedia mengenai daerah-daerah yang hendak dituju dan lebih sedikit lagi data yang tersedia untuk menunjukkan arah pelayaran mereka. Peta yang mendetil belum ada.
Para pakar menduga bahwa sebuah lukisan dinding di Ankara, Turki merupakan peta pertama. Penelitian pertanggalan karbon menunjukkan bahwa peta yang dilukis di dinding itu dibuat sekitar 6000 sebelum Masehi. Lukisan sepanjang 2,70m itu menggambarkan tata-kota Catal-Hyuk yang terdiri dari 80 bangunan. Peta dunia dari Babilonia yang dikenal dengan nama Imago Mundi dianggap sebagai peta dunia pertama yang dibuat sekitar abad keenam sebelum Masehi.
Peta dunia yang terbuat di atas lempengan tanah liat itu menggambarkan Babilon di tengah-tengah dataran bumi yang bulat dan dikelilingi oleh air dan tujuh buah pulau di sekitarnya. Pulau-pulau itu diberi nama panjang yang deskriptif seperti: `pulau yang sinarnya lebih terang daripada mentari dan bintang'; `pulau tanpa mentari' dan `pulau terbitnya pagi'.
Orang China purba lebih canggih dalam teknik pembuatan peta. Dua buah peta yang dilukis di atas kain sutera ditemukan di dalam makam anak seorang Perdana Menteri di Propinsi Hunan. Kedua peta itu dibuat sekitar abad kedua sebelum Masehi dan sudah memuat berbagai simbol dan legenda layaknya peta kontemporer. Kedua peta itu tidak hanya menggambarkan kota dan desa di Propinsi Hunan, tetapi juga menggambarkan detil topografi seperti sungai, gunung dan Laut China Selatan.
Sejak orang mulai lebih banyak mengarungi samudera luas pada abad keempat belas, pembuatan peta dunia mulai berkembang. Banyak orang yang kini dikenal sebagai petualang hebat sebenarnya berkarir awal sebagai pembuat peta. Christopher Columbus adalah salah satu di antaranya. Dalam empat kali pelayarannya (yang memakan waktu bertahun-tahun), ia menggambarkan peta rinci dari perairan dan daratan yang ditemuinya.
Petualang lain yang juga terkenal adalah Ferdinand Magellan. Ia pun pembuat peta. Ia yakin betul bahwa ada selat di ujung selatan Amerika Selatan yang memungkinkan pelayaran dari Samudera Atlantik, ke Samudera Pasifik dan terus ke Asia. Ia gagal menemukan selat itu (yang memang tak ada) dan bahkan akhirnya, tewas mengenaskan di tangan orang Filipina. Namun, kapalnya meneruskan perjalanan hingga sampai ke Sevilia di Spanyol. Ekspedisi Magellan itu membuktikan bahwa dunia memang betul berbentuk bulat. Sejak itu, tak perlu lagi orang takut terjatuh di ujung dunia!
frieda.amran@yahoo.com (anggota Asosiasi Antropologi Indonesia)
