Kamis, 27 November 2014

News / Megapolitan

Unjuk Rasa

Guru Honorer Bentangkan Spanduk di BKN

Rabu, 8 Februari 2012 | 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan guru yang mengatasnamakan Komite Guru Bekasi melakukan unjuk rasa, Rabu (8/2/2012) pagi. Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk berisi berbagai tuntutan di depan Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jalan Meyjen Sutoyo, arah UKI, Jakarta Timur. Aksi tersebut menuntut pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Ketua Komite Guru Bekasi, Muklis Setiabudi mengatakan, banyak tenaga honorer di instansi pemerintah yang telah lama mengabdi, bahkan sebelum undang-undang yang mengatur para tenaga honorer lahir, namun belum juga diangkat menjadi PNS.

"Mereka dizolimi kekuasaan BKN yang telah berkoonspirasi merekayasa data para tenaga honorer sesuai kepentingan pesanan, sehingga menjadi korban," ujar Muklis dalam orasinya.

Untuk itu, para guru tersebut menuntut BKN untuk melakukan verifikasi dan validasi data berdasarkan terhitung mulai tugas, agar para guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun diangkat menjadi PNS. Mereka juga menuntut agar para oknum pejabat pemerintah yang merekayasa data tenaga honorer agar ditindak tegas.

Meski dalam kondisi terik matahari, ratusan guru tersebut tetap berdiri sambil membentangkan spanduk untuk memperjuangkan kepentingannya. Di antara spanduk tersebut berisi tuntutan, antara lain, "Nasib Tenaga Honor Bukan Dijualbelikan" dan "BKN Sumber Masalah Tenaga Honorer".

Dalam aksinya, para demonstran juga mengusung keranda mayat yang terbuat dari bambu sebagai simbol matinya nurani pejabat BKN.

Hingga pukul 11.05 WIB, aksi tersebut masih berlangsung dan mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Cililitan menuju Cawang UKI tersendat. Aksi tersebut juga tampak sepi dari penjagaan petugas kepolisian.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Hertanto Soebijoto