Guru Honorer Bentangkan Spanduk di BKN - Kompas.com

Guru Honorer Bentangkan Spanduk di BKN

Kompas.com - 08/02/2012, 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan guru yang mengatasnamakan Komite Guru Bekasi melakukan unjuk rasa, Rabu (8/2/2012) pagi. Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk berisi berbagai tuntutan di depan Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jalan Meyjen Sutoyo, arah UKI, Jakarta Timur. Aksi tersebut menuntut pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Ketua Komite Guru Bekasi, Muklis Setiabudi mengatakan, banyak tenaga honorer di instansi pemerintah yang telah lama mengabdi, bahkan sebelum undang-undang yang mengatur para tenaga honorer lahir, namun belum juga diangkat menjadi PNS.

"Mereka dizolimi kekuasaan BKN yang telah berkoonspirasi merekayasa data para tenaga honorer sesuai kepentingan pesanan, sehingga menjadi korban," ujar Muklis dalam orasinya.

Untuk itu, para guru tersebut menuntut BKN untuk melakukan verifikasi dan validasi data berdasarkan terhitung mulai tugas, agar para guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun diangkat menjadi PNS. Mereka juga menuntut agar para oknum pejabat pemerintah yang merekayasa data tenaga honorer agar ditindak tegas.

Meski dalam kondisi terik matahari, ratusan guru tersebut tetap berdiri sambil membentangkan spanduk untuk memperjuangkan kepentingannya. Di antara spanduk tersebut berisi tuntutan, antara lain, "Nasib Tenaga Honor Bukan Dijualbelikan" dan "BKN Sumber Masalah Tenaga Honorer".

Dalam aksinya, para demonstran juga mengusung keranda mayat yang terbuat dari bambu sebagai simbol matinya nurani pejabat BKN.

Hingga pukul 11.05 WIB, aksi tersebut masih berlangsung dan mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Cililitan menuju Cawang UKI tersendat. Aksi tersebut juga tampak sepi dari penjagaan petugas kepolisian.


EditorHertanto Soebijoto

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X