KONTAN/MURADI Seorang wanita melintas di depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Agung yang akan dipilih harus inovatif menyelesaikan tunggakan perkara di Mahkamah Agung. Ribuan perkara yang tertunggak di MA jelas bertentangan dengan keadilan.
Demikian diungkapkan mantan hakim agung Adi Andojo, di Jakarta, Selasa (7/2/2012). ”Saya ingin berpesan. Ketua MA yang baru harus punya pikiran inovatif dan membuat terobosan untuk menyelesaikan tunggakan perkara,” kata Adi.
Adi menilai, tunggakan perkara yang mencapai ribuan perkara di MA jelas bertentangan dengan keadilan. ”Sebab, orang mencari keadilan ke MA agar perkaranya cepat diselesaikan, bukan ditumpuk,” katanya.
”Kalau perkara ditumpuk, kapan perkara diadili?” lanjutnya.

