Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:58 WIB
Rekrutmen Hakim Agung
Banyak Hakim Sebenarnya Resah
Ferry Santoso | Marcus Suprihadi | Selasa, 7 Februari 2012 | 15:12 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak hakim saat ini sebenarnya resah terhadap sistem rekrutmen hakim di Mahkamah Agung. Namun, para hakim sulit berbicara kepada publik karena hakim termasuk korps yang harus ”berdiam”.

Demikian disampaikan mantan Hakim Agung Benjamin Mangkoedilaga pada acara pernyataan keprihatinan atas sakitnya penegakan hukum dari Kelompok Lintas Hukum untuk Perubahan, di Jakarta, Selasa (7/2/2012).

”Mereka (hakim-hakim) harus bicara terhadap keresahan-keresahan hukum di Indonesia. Namun, hakim termasuk silent corps,” kata Benjamin.

Menurut Benjamin, hakim-hakim, seperti di pengadilan negeri, sering mempertanyakan mengapa mereka harus berprestasi dan membuat putusan yang baik dan bagus karena karier mereka tidak akan sampai ke MA.

”Jabatan ketua PN di Jakarta atau di Bandung sebenarnya satu langkah untuk bisa ke MA,” kata Benjamin. Namun, hakim-hakim karier sulit bisa masuk ke MA karena hakim agung tidak hanya diambil dari hakim karier, tetapi juga dari hakim nonkarier.

Advertorial
»