JAKARTA, KOMPAS.com — Presidium Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Selasa (7/2/2012), pukul 14.00, bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.
Jajaran Presidium Majelis Pengurus Pusat ICMI yang datang, antara lain, Nanat Fatah Natsir. ICMI didirikan pada Jumat, 7 Desember 1990, di Malang, Jawa Timur. Ketua umum pertama ICMI ialah BJ Habibie yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT.
Pembentukan ICMI diawali dengan simposium di Universitas Brawijaya, Malang. Simposium dihadiri 512 orang dan 460 orang di antaranya bergabung sebagai pendiri ICMI.
Situs resmi ICMI menyebutkan, berdirinya organisasi ini tidak lepas dari kebangkitan umat Islam pada tahun 1980-an akibat ledakan kaum terdidik di kalangan kelas menengah kaum santri.
Program dan kebijakan Orde Baru mendorong kelahiran generasi baru kaum santri yang terpelajar, modern, berwawasan kosmopolitan, berbudaya kelas menengah, serta mendapat tempat di institusi-institusi modern.

