HERUDIN/KOMPAS IMAGESKetua KPK Abraham Samad
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pengumuman status tersangka Angelina Sondakh yang disampaikan seorang diri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menunjukkan tidak kompaknya pimpinan lembaga itu.
"Tidak baik Samad mengumumkan sendirian. Mana empat pimpinan yang lain? Padahal ini tanggung jawab moral bahwa mereka harus kompak. Di dalam berbeda tidak apa-apa, tetapi di luar harus kompak," tutur mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution, Senin (6/2/2012), di Yogyakarta.
Menanggapi hal ini, Abraham Samad membantah bahwa terjadi perpecahan di tubuh KPK. "Tidak ada itu. Biasa, kan perbedaan-perbedaan pendapat. Sifatnya kolegial kolektif. Jadi apa yang sudah diumumkan sudah menjadi keputusan pimpinan. Jadi semua kebijakan yang sudah disampaikan kepada publik sudah merupakan keputusan kolegial," katanya.

