Kegelisahan dan kegemasan itu bermuara pada lantunan lagu ”Tanah Perjanjian” dan ”Aku Papua” dari dua artis penyanyi Glenn Fredly dan Edo Kondologit. Glenn prihatin terhadap pengabaian pada hak masyarakat adat, budaya masyarakat timur, dan ditinggalkannya pendekatan kelautan pada pembangunan di timur. Sementara Edo, dia sungguh gemas dengan lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi.
Semua narasi tentang wilayah timur Indonesia adalah narasi yang bertutur tentang ketertinggalan, stigma bahwa mereka adalah separatis, narasi tentang penguasaan sumber daya alam oleh investor kakap, dan sebagainya. Persoalan-persoalan itulah yang berusaha diangkat ke permukaan melalui rangkaian acara Voice from the East (Vote) ke hadapan publik melalui kampanye sosial, diskusi dan konser akustik di kampus, serta kirab budaya dan konser musik.
Acara perdana Vote Minggu (5/2) di FX Mall selain menghadirkan Glenn dan Edo, juga Maliq & D’Essentials, Sandhy Sondoro, Tompi, Barry Likumahuwa, JFLOW, Roker Kasarunk, serta Endah N Rhesa.
Glenn yang bersama Kontras melahirkan gagasan mengadakan aktivitas Vote ini mengemukakan alasan keterlibatannya, yaitu antara lain, ”Saya ingin menyentuh kelompok
Sementara Edo tegas mengatakan, dorongan terlibat dalam Vote adalah untuk menyuarakan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap koruptor. ”Mereka telah merampas hak anak-anak Papua. Uang puluhan triliun yang dikucurkan untuk Papua tak dirasakan masyarakat. Mereka tetap tertinggal dan miskin,” ujarnya.
Rangkaian acara Vote akan bergerak ke Yogyakarta, Kupang, Ternate, Ambon, dan Sorong (Papua Barat). Aktivitas Vote, mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian masalah hak asasi manusia, kebudayaan, dan lingkungan di Maluku, Papua, dan NTT. Selain itu, dibuka juga program Donasi Rp 1.000 untuk Vote ke rekening BNI atas nama Perkumpulan ICW nomor rekening 005.612.4374, Twitter:@vote_id, dan facebook@voicefromtheeast.org.

