Minggu, 20 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 20 Mei 2012 | 03:02 WIB
SBY Tak Percaya KPK Ulur Kasus Wisma Atlet
Hindra Liu | Glori K. Wadrianto | Minggu, 5 Februari 2012 | 18:34 WIB
|
Share:
RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN/ABRORPresiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan sambutan pada peringatan HUT ke-7 Partai Demokrat di Arena Pekan Raya Jakarta, Minggu (19/10/2008) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Presiden RI, mengaku tak percaya Komisi Pemberantasan Korupsi sengaja mengulur-ulur waktu terkait penanganan kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011.

SBY mengaku mendengar rumor yang mengatakan bahwa ada semacam upaya untuk mengulur penanganan kasus dugaan suap wisma atlet 2011 agar PD menjadi bulan-bulanan pada Pemilu 2012. "Saya tidak percaya karena tidak mungkin KPK dengan kredibilitas, nama baik, dan tanggung jawabnya, bisa dipengaruhi siapa pun. Rakyat pun akan mengaudit semua itu dengan sangat gamblang," kata SBY pada jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (5/2/2012).

SBY mengatakan, dirinya sangat menghormati proses hukum yang saat ini tengah bergulir di KPK. SBY juga mengaku percaya, KPK akan melakukan proses hukum secara adil, objektif, dan tepat.

Saat ini, SBY dan partai pemenang pemilu itu tengah menanti hasil dari proses hukum tersebut. Terkait adanya opini publik bahwa Partai Demokrat secara institusional terlibat dalam kasus senilai Rp 191 miliar itu, SBY dengan tegas membantahnya. Menurutnya, sejumlah kader yang diduga terlibat sama sekali tidak mencerminkan kebijakan partai. Atas hal itu, SBY meminta para kader turut memberikan pengertian kepada masyarakat. "Saya harapkan Ketua Umum dan DPP, jajaran dewan pembina, dewan kehormatan, untuk melakukan penjelasan yang sebenar-benarnya. Jangan pasif, jangan tiarap," katanya.