JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sejak awal menjadikan Singapura sebagai tempat untuk menghilangkan jejak tindak pidananya. Ia pernah meminta Budi Witarsa, saat itu kurir dan satuan pengamanan di Grup Permai, perusahaan Nazaruddin, ke Singapura. Kesaksian Budi Witarsa kini menyudutkan Nazaruddin. Simak selengkapnya di Kompas.

