Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:54 WIB
Angin Kencang di Jaksel
| Minggu, 29 Januari 2012 | 03:29 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Hingga awal pekan depan, wilayah DKI Jakarta bagian selatan berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang sebagai dampak badai tropis Iggy di Samudra Hindia. Demikian peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Kemarin, Sabtu (28/1), sejak pagi hingga sore angin juga bertiup kencang dan hujan ringan turun di sebagian Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Kepala Bidang Informasi BMKG Hari Tirtojatmiko mengatakan, kecepatan angin hari ini di Jakarta terpantau di atas 35 kilometer per jam.

”Indonesia terkena ekor badai Iggy. Dampaknya hujan dengan intensitas ringan, sedang, dan kadang-kadang lebat. Selain itu, angin bertiup di atas 35 kilometer per jam dan gelombang laut di atas 2,5 meter,” katanya.

Wilayah yang terkena dampak Iggy meliputi wilayah selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Informasi dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya menyebutkan, sekitar pukul 15.45 sebuah pohon tumbang menimpa sepeda motor di dekat pintu barat Kebun Binatang Ragunan. Korban luka dilarikan ke RS Cilandak.

Serang 100 km per jam

Kemarin sekitar pukul 15.00, puting beliung berkecepatan hampir 100 kilometer per jam juga menerjang Serang, Banten.

Satu warga bernama Clara (13) terluka kepalanya akibat tertimpa ranting pohon asam di pojok Alun-alun Barat Kota Serang yang tumbang diterjang angin.

Puting beliung juga merobohkan dan mematahkan ranting-ranting pepohonan di Jalan Diponegoro dan Bilangan Lopang. Tiang lampu hias di Jalan Jenderal Sudirman pun miring diempas angin kencang. 

”Arah putaran angin berlawanan dengan putaran jarum jam. Angin datang tiba-tiba dan kencang sekali putarannya,” kata Aziz, saksi mata.

Penjelasan pengamat di Stasiun Meteorologi Serang, Riyadi, puting beliung yang berlawanan dengan arah jarum jam atau antisiklon memiliki daya angkat tinggi sehingga dapat merobohkan pepohonan.

Kecepatan angin maksimal di Serang saat kejadian terpantau mencapai 52 knot atau hampir 100 kilometer per jam.

”Kecepatan angin seperti ini tergolong ekstrem, bahkan lebih tinggi dibanding Rabu dini hari lalu yang 51 knot,” katanya.

Besarnya kecepatan angin pada Sabtu sore ini dipengaruhi masih adanya daerah bertekanan rendah di sebelah barat Australia, selatan Jawa. Sampai petang ini, daerah tekanan rendah itu masih terlihat. Selama daerah tekanan rendah itu masih ada, angin kencang dan gelombang tinggi masih berpeluang terjadi sehingga warga harus terus waspada.

Tangerang butuh bantuan

Kamis malam lalu, angin kencang juga menerjang tiga desa di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Sekitar 604 rumah penduduk Kelurahan Kota Bumi, Desa Sukamantri, dan Desa Pangedagan porak poranda. Setidaknya 7 warga luka-luka tertimpa bangunan rumah.

Hingga Sabtu, warga di Kelurahan Kota Bumi, Desa Sukamantri, dan Desa Pangedagan, Kecamatan Pasar Kemis, masih mengungsi di rumah tetangga, keluarga, mushala, dan tenda pengungsian.

Penanganan rumah penduduk yang rusak masih terus dilakukan. Petugas dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Tagana), TNI, dan warga bahu-membahu membersihkan reruntuhan bangunan.

Jika sebelumnya lampu padam, kini listrik di desa sudah kembali hidup.

”Sudah ada bantuan material bangunan seperti asbes, kayu, dan genteng dari pak lurah. Akan tetapi, jumlahnya sangat terbatas sehingga pembangunannya tersendat,” kata Soleh (33), Ketua RT 01 RW 01 Desa Sukamatri di lokasi, kemarin.

Kendala kekurangan bahan material bangunan juga diakui Ketua Tagana Kabupaten Tangerang Ending.

Menurut Soleh dan Ending, bantuan Pemerintah Kabupaten Tangerang, seperti dijanjikan Bupati Ismet Iskandar, belum diterima warga.

Saat mengunjungi lokasi kejadian, Jumat siang, Ismet mengatakan, warga yang rumahnya rusak berat akan menerima bantuan Rp 3 juta, rusak sedang Rp 2 juta, dan rusak ringan mendapat Rp 1 juta.

”Bantuan itu belum ada,” kata Soleh. (FRO/CAS/PIN)

Advertorial
»