Senin, 22 September 2014

News / Travel

KRI Dewaruci Promosi Wisata

Senin, 16 Januari 2012 | 15:54 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Kapal Perang Republik Indonesia Dewaruci kembali menjalankan misi pelayaran panjang mengelilingi empat benua selama 277 hari. Berlayar ke 21 kota di Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika, 15 Januari-16 Oktober 2012, kapal ini akan mempromosikan keunggulan pariwisata Indonesia.

KRI tersebut bertolak dari Pangkalan TNI AL, Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/1/2012). Pelepasan dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno.

Soeparno menuturkan, pelayaran kali ini membawa beberapa misi sekaligus. Selain mendukung latihan praktik pelayaran astronomi bagi para kadet Akademi Angkatan Laut (AAL), kapal ini juga bertolak untuk mengikuti kegiatan Operation Sail 2012 di Amerika Serikat. ”Kapal ini juga membawa misi untuk menyukseskan pencitraan pariwisata Indonesia di luar negeri,” katanya.

KRI Dewaruci berlayar dengan mengangkut 200 penumpang, terdiri dari staf TNI AL, staf AAL, kadet AAL, tenaga kesehatan, dan wartawan. Dalam pelayaran panjang itu, kapal dengan tiang utama setinggi 35,87 meter dan 32,5 meter ini akan singgah di 21 kota di benua Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika.

Mengingat usianya yang sudah mencapai 60 tahun, pelayaran kali ini menjadi misi terakhir KRI Dewaruci. Kapal ini berukuran panjang 58,3 meter, lebar 9,5 meter, dan berbobot mati 874 ton.

Menurut Soeparno, di setiap kota yang disinggahi, petugas yang terlibat dalam misi ini akan mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Caranya, antara lain, dengan menggelar atraksi kesenian berupa parade, reog, dan rampak gendang. Mereka juga akan membagikan makanan dan cendera mata dari Indonesia. ”Inilah awal kerja sama TNI AL dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan keunggulan Indonesia,” ujarnya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menuturkan, misi KRI Dewaruci sangat strategis bagi promosi destinasi wisata Indonesia. Pihaknya menyambut kerja sama ini dengan menyediakan bahan-bahan promosi dan cendera mata yang akan dibagikan petugas kapal kepada masyarakat di luar negeri.

”Salah satu yang kami tonjolkan adalah wisata bahari karena Indonesia adalah negara kepulauan. Keberadaan KRI Dewaruci yang unik semakin memperkuat citra itu. Masyarakat di Amerika Serikat dan Eropa selama ini sangat antusias menyambut Dewaruci,” ujarnya.

Sapta menyebutkan, tahun 2012, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia ditargetkan 8 juta orang. Target itu hanya bisa dicapai jika promosi dimaksimalkan dengan memanfaatkan semua peluang. (ARA)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: