Sabtu, 19 April 2014

News / Nasional

TPF DPR Temukan Fakta Pemenggalan di Mesuji

Senin, 19 Desember 2011 | 11:24 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Pencari Fakta atau TPF Komisi III DPR yang bertolak ke Lampung dan Sumatera Selatan menemukan fakta bahwa memang terjadi pemenggalan kepala di Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Anggota Komisi III, Bambang Soesatyo, mengatakan, peristiwa keji itu terjadi pada April tahun ini. "Memang iya (ditemukan). Hanya, dalam peristiwa pemenggalan tersebut tidak ada keterlibatan aparat," ujar Bambang kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (19/12/2011).

Dijelaskan, dalam peristiwa tersebut ada tujuh korban, yakni dua dari masyarakat dan lima dari pihak perusahaan PT Sumber Wangi Alam (SWA). Kejadiannya, kata Bambang, murni karena bentrokan masyarakat dengan petugas pam swakarsa yang dibentuk perusahaan tersebut. "Soal pemenggalan kepala itu telah diakui oleh pihak perusahaan dan camat di Mesuji, dan kasus itu kini sedang dalam proses hukum," kata Bambang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Sabaruddin Ginting menjelaskan, Polri menetapkan enam tersangka terkait bentrokan di Sungai Sodong. Lima tersangka adalah karyawan PT SWA yang membunuh secara sadis dua warga. Tersangka lain adalah warga Sodong yang diduga membunuh lima karyawan PT SWA secara sadis pula.

Terdakwa dari warga sudah divonis di Pengadilan Negeri Ogan Komering Ilir. Lima tersangka dari perusahaan masih diadili. Kasus ini mencuat ke publik setelah sejumlah warga dan keluarga korban kasus Mesuji, didampingi pengacara, melaporkan dan menyampaikan bukti adanya pembunuhan keji yang terjadi pada akhir 2010 hingga awal 2011 di dua daerah, yakni di Kecamatan Mesuji di Sumsel dan Kabupaten Mesuji di Lampung kepada DPR, Rabu (14/12/2011).

Menurut mereka, kasus itu bermula dari perluasan lahan salah satu perusahaan kelapa sawit dan karet milik warga negara Malaysia. Dalam video, berbagai tindakan keji terekam. Salah satunya adalah pemenggalan kepala dua pria tersebut.


Penulis: Ary Wibowo
Editor : Erlangga Djumena