Kamis, 17 April 2014

News / News & Features

5 Hal yang Kurang Diketahui soal Jantung

Sabtu, 10 Desember 2011 | 09:39 WIB

Baca juga

Kompas.com — Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang sering ditemui di Indonesia. Penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup, terutama mereka yang hidup di kota besar.  Ada beberapa hal mengejutkan yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya terkait keberadaan penyakit jantung. Berikut ini adalah enam hal di antaranya.

1. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada wanita

Penyakit jantung selama ini dianggap sebagai penyakit para pria. Padahal, wanita yang sudah menopause memiliki risiko yang sama. "Faktor risiko untuk perempuan dan laki-laki sama. Termasuk pada mereka yang mengalami masalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, perokok, dan riwayat keluarga penyakit jantung," jelas Dr Beth Abramson, seorang ahli jantung di Toronto St Michael Hospital.

2. 50-80 persen penyakit jantung dapat dicegah

"Tidak pernah ada kata terlambat, atau terlalu cepat untuk membuat perubahan gaya hidup.
Banyak cara untuk mencegah penyakit jantung dengan mengendalikan faktor risiko," kata Dr Abramson.
 
Abramson mengatakan, cara sederhana untuk mencegah serangan jantung bisa dimulai dengan berusaha menjaga tekanan darah tetap normal serta rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Melakukan perubahan gaya hidup juga dapat menurunkan risiko terjadinya serangan jantung. Caranya, dengan makan makanan sehat, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menurunkan kolesterol, mengelola berat badan, dan menghindari stres.

3. Pil KB meningkatkan risiko perempuan mengidap penyakit jantung

Kontrasepsi, seperti pil KB pada umumnya, aman untuk kebanyakan perempuan. Akan tetapi, mereka yang merokok saat menggunakan kontrasepsi hormonal memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan pembekuan darah.

4. Pasca-menopause, risiko mengidap penyakit jantung meningkat

Memasuki masa menopause, perempuan akan mengalami kondisi di mana terjadi peningkatan kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, dan penurunan HDL (kolesterol baik). Penurunan hormon estrogen juga bisa meningkatkan timbunan lemak tubuh di sekitar pinggang.

"Permasalahannya sebenarnya ada di lemak perut. Lemak pada perut telah dikaitkan dengan risiko peradangan dan kolesterol tinggi," kata Dr Abramson. Perubahan hormon juga memiliki efek yang merugikan terhadap pembentukan gumpalan darah, dan memengaruhi cara tubuh dalam menangani gula—yang dapat menyebabkan diabetes.

5. Mengonsumsi alkohol memperbesar risiko penyakit jantung


Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. "Ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol memiliki efek perlindungan terhadap penyakit jantung meski hanya sedikit. Tetapi, studi ini melibatkan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang baik, dan kami tidak merekomendasikan Anda untuk melakukannya jika Anda benar-benar tidak dalam kondisi fit," ucapnya.


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: