Kamis, 17 April 2014

News / Regional

Pleno di KPU Manokwari Ketat

Senin, 14 November 2011 | 12:56 WIB

Baca juga

MANOKWARI, KOMPAS.com — Pengamanan rapat pleno penghitungan perolehan suara pilkada ulang gubernur-wakil gubernur Papua Barat 2011-2016 di kantor KPU Manokwari diperketat.

Hingga pukul 13.00 WIT, penghitungan baru sampai 10 distrik, masih ada 15 distrik lagi. Sejak Senin (14/11/2011) pagi, aparat polisi sudah mengamankan dan berjaga-jaga di sekitar kantor KPU Manokwari.

Sekitar 20 aparat keamanan terlihat berjaga-jaga di depan dan samping kantor, berbaur dengan simpatisan kandidat yang berkerumun di halaman, jalan masuk, atau dalam kantor. Setelah dibuka pukul 10.00 WIT, rapat pleno dilanjutkan dengan pembacaan hasil penghitungan suara tiap distrik oleh Panitia Pemilihan Distrik (PPD).

Hingga pukul 13.00 WIT, pembacaan baru selesai 10 distrik dan menyisakan 15 distrik lainnya. Dari 10 distrik, ada satu distrik yang salah memasukkan data, atau kesalahan administrasi. Yakni menambag data pemilih dari TPS (distrik) lain ke dalam DPT. Akibatnya, data yang disusun tidak cocok.

"Kesalahan ini tidak mengubah hasil perolehan suara. Hanya kesalahan administrasi saja," ujar Yan Maurits Ayomi, Ketua KPU Manokwari. Teriakan kegembiraan ketika perolehan suara kandidat mereka meraih suara terbanyak.

Meski ramai, kondisi untuk sementara masih berjalan kondusif. Hasil sementara, ada satu distrik (Distrik Taige) yang perolehan suaranya mutlak milik salah satu kandidat saja, Dominggus Mandacan-Origenes Nauw.

Bahkan, ada kandidat dua kandidat, Wahidin Puarada-Herman Orisoe dan GC Auparay-Hasan Ombaier, yang tak mengantongi suara satu pun di 6 dari 10 distrik yang telah dibacakan.

Pasangan Dominggus-Origenes masih di atas angin karena meraih suara terbanyak dari 10 distrik. Sedangkan kandidat petahana, Abraham O Atururi-Rahimin Katjong, menyusul di urutan kedua. 


Penulis: Timbuktu Harthana
Editor : Robert Adhi Ksp