Jumat, 31 Oktober 2014

News / Nasional

Emha Ainun: Seharusnya Rakyat Dipameri Bagusnya Hukum

Selasa, 8 November 2011 | 11:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Budayawan Emha Ainun Najib tiba-tiba merasa "tersinggung" ketika didapuk menjadi salah satu pembicara yang membahas buku biografi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas, Penyuara Nurani Keadilan, di Jakarta, Selasa (8/11/2011).

Emha menyatakan tidak terima jika harus membicarakan persoalan ringkihnya penegakan hukum di Indonesia. "SBY itu buruh saya. Saya bersama rakyat lainnya bayar dia. Lho kok saya ke sini disuruh melihat ringkihnya penegakan hukum. Mestinya saya ini dipameri bagusnya hukum. Saya ini pembayar pajak, ke mana-mana saya pergi enggak pernah minta APBN blas," kata Emha alias Cak Nun itu.

Cak Nun menjadi salah satu pembicara dengan tema penegakan hukum dalam perspektif budaya hukum masyarakat.

Selain Cak Nun, pembicara dalam diskusi tersebut adalah Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto dan Pemimpin Redaksi Tempo Wahyu Muradi.

Cak Nun yang merupakan teman sekolah Busyro ketika sama-sama di Yogyakarta menjadi salah satu pembicara yang menyegarkan di acara itu. Cak Nun, misalnya, mengungkapkan bagaimana masa muda Busyro yang malu-malu ketika berhadapan dengan lawan jenis.

"Suatu ketika Busyro cerita ke saya kalau dia patah hati. Lah saya bilang ke dia, 'Gimana kamu patah hati kalau pacaran saja tidak pernah'," kata Cak Nun.


Penulis: Khaerudin
Editor : Robert Adhi Ksp