Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:44 WIB
Polri: Setiap Anggota Dapat Rp 1,25 Juta dari Freeport
Ary Wibowo | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Kamis, 3 November 2011 | 21:37 WIB
|
Share:
AGUNG ADIPRASETYOAreal tambang tembaga milik PT Freeport Indonesia, Jumat (18/12/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol Imam Sujarwo, membenarkan sejumlah anggotanya di Papua mendapat dana keamanan dari PT Freeport Indonesia. Menurut Imam, setiap bulan, anggotanya mendapatkan dana sebesar Rp 1.250.000 dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.

"Memang diterima (anggota) di lapangan Rp 1.250.000 untuk satu orang, per satu bulan. Perinciannya uang saku, seperti dikatakan Kapolri beberapa waktu lalu," kata Imam di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (3/11/2011).

Meski demikian, Imam enggan merinci lebih lanjut mengenai mekanisme dana yang diterima oleh setiap anggotanya tersebut. Menurut Imam, hal tersebut seharusnya ditanyakan kepada PT Freeport selaku pihak yang memberi dana.

"Lebih jelasnya tanya ke PT Freeport. Saudara bisa lihat sendiri kondisi geografis di sana, nyamuk banyak, biaya mahal. Hanya Rp 1.250.000 saja," kata Imam.

Pada Selasa (1/11/2011) kemarin, Juru Bicara PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait, mengatakan telah memberikan sejumlah dukungan sukarela kepada Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengamankan obyek vital perusahaannya. Namun, Ramdani enggan menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme pemberian dana tersebut. Ia hanya mengatakan, Freeport lebih kurang mengeluarkan biaya sebesar 14 juta dollar AS untuk bantuan tersebut.

Bantuan itu diberikan kepada tiap-tiap satuan, baik Kepolisian maupun TNI, sesuai dengan penempatan pengamanan. "Kami memang memberikan dukungan sukarela kepada petugas keamanan untuk mengamankan wilayah kami yang merupakan obyek vital nasional. Itu sudah kami lakukan sejak lama, bertahun-tahun," ujar Ramdani.

Advertorial
»