KOMPAS/AYU SULISTYAWATIRumah Nyoman Minta, tukang kebun yang nyelonong saat Presiden SB Yudhoyono berpidato, kini sepi
DENPASAR, KOMPAS.com — Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Leonard Louk, Selasa (25/10/2011), mengungkapkan bahwa insiden penerobosan dalam acara pembukaan ASEAN Fair 2011 di Nusa Dua, Bali, Senin kemarin, terjadi karena ada kelengahan petugas keamanan.
Nyoman Minta, seorang tukang kebun, berhasil melintas di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena petugas keamanan ikut mendongak ke atas untuk melihat akrobat udara. Akibatnya, petugas tidak tahu jika Nyoman Minta melintas.
"Diduga ada kelengahan karena setelah saya tanya ke beberapa anak buah, mereka memang mengaku ikut menonton pertunjukan udara itu," kata Leonard. Petugas yang lengah itu juga sudah diberi sanksi kedisiplinan, tetapi tidak sampai dipecat.
Menurut Leonard, insiden ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan pengamanan pada saat Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pada pertengahan November yang juga diselenggarakan di Bali. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa kelemahan itu tidak perlu ditutup-tutupi.
Menurut Leonard, Nyoman Minta dianggap tidak sengaja melintas karena ingin pulang. Kasus itu pun sudah dianggap selesai. Leonard juga membantah bahwa TNI/Polri juga bertanggung jawab terkait kabar bahwa keberadaan Nyoman Minta kini sepertinya hilang. "Sejak kemarin petang sudah selesai kok, dan dia boleh pulang," katanya.

