Burhanuddin: Fahri "Blunder" jika Ingin Bubarkan KPK - Kompas.com

Burhanuddin: Fahri "Blunder" jika Ingin Bubarkan KPK

Ary Wibowo
Kompas.com - 05/10/2011, 17:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai, gagasan untuk membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan cerminan kepanikan dari anggota DPR. Gagasan pembubaran KPK tersebut kali pertama diutarakan Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah dalam rapat konsultasi di DPR pada Senin (3/10/2011).

"Fahri itu blunder dengan mengeluarkan suatu pernyataan pembubaran KPK. Blunder karena mengonfirmasi spekulasi kecurigaan publik sebelumnya bahwa mereka-mereka yang ada di Senayan (DPR) punya agenda tersembunyi untuk membubarkan KPK. Jadi, ketika KPK mengarahkan sasaran tembaknya ke anggota-anggota Dewan, terjadi resistensi sangat kuat, terutama di Komisi III," ujar Burhanuddin di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

Burhanuddin mengatakan, penilaiannya juga didasari reaksi seragam dari hampir semua pimpinan DPR dan partai politik. Menurut Burhanuddin, langkah tersebut justru akan menjadi kurang produktif bagi DPR karena seolah-olah DPR memberi proteksi kolektif terhadap anggota Badan Anggaran DPR yang diduga terindikasi kasus korupsi.

"Namun pada saat yang sama, mereka terlalu konfrontatif kepada KPK. Dan simpel saja, publik itu lebih percaya KPK atau DPR? Ini yang saya sebut kenapa Fahri blunder. Dengan mengungkapkan hal itu, publik menjadi sadar bahwa Fahri dkk mempunyai agenda tersembunyi," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menilai, kalau dalam kasus tersebut fokusnya lebih pada kritik terhadap profesionalisme KPK, maka pernyataan Fachri tentu lebih bisa dimengerti oleh publik. Menurut Burhanuddin, selama ini publik masih menganggap KPK sebagai palang pintu terakhir bagi masyarakat dalam agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Meskipun kita ketahui bahwa ada penurunan terhadap KPK, itu memang benar. Namun dibanding institusi penegakan hukum yang lain, KPK masih lebih tinggi, setidaknya di survei saya. Dari empat institusi, yakni Pengadilan, Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK, dalam soal pemberantasan korupsi, integritas KPK masih surplus, sementara yang lain defisit semua," ungkap Burhanuddin.

Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan bahwa kritik keras terhadap KPK juga perlu dilakukan karena memang beberapa kasus, seperti Bank Century dan wisma atlet, terlalu lama dituntaskan. Namun, jika kritik-kritik tersebut langsung dinyatakan dengan cara membubarkan KPK, maka akan terjadi lompatan kesimpulan dari topik utama persoalan.

"Ada jumping conclusion di situ. Masyarakat awalnya mungkin setuju pada taraf kritik keras terhadap KPK. Namun ketika sudah dimuati oleh muatan-muatan membubarkan, dan pada saat yang sama yang menyatakan itu anggota DPR, yang juga kita tahu menjadi pusat episentrum korupsi, ya sudah, makin keras juga penolakan publik terhadap ide Fahri ini," urainya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisAry Wibowo
    EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

    Terkini Lainnya

    Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

    Aris Wahyudi akan Dijerat Pasal Pornografi dan Perdagangan Orang

    Megapolitan
    Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

    Wiranto Minta Polemik Pembelian 5.000 Senjata Ditutup

    Nasional
    Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

    Napi Narkoba Kabur Saat Hujan Deras dan Mati Listrik di Lapas Parepare

    Regional
    Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

    Beban Kerja dan Penyerapan Anggaran Tiap SKPD Berbeda, DPRD DKI Usul Skema TKD Dirombak

    Megapolitan
    Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

    Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

    Regional
    TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

    TNI AU Tak Bermaksud Sanggah Pernyataan Panglima Soal Senjata Ilegal

    Nasional
    Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

    Luruskan Pernyataan Panglima, Wiranto Sebut 500 Pucuk Senjata untuk Pendidikan BIN

    Nasional
    Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

    Start dari Urutan Ke-5, Marquez Juarai Balapan GP Aragon

    Olahraga
    Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

    Sejak Pertama Kali Diluncurkan, Nikahsirri.com Dapat 2.700 Klien

    Megapolitan
    Survei Pilkada Jatim: Pemilih 'Cuek' ke Khofifah, yang 'Galau' ke Gus Ipul

    Survei Pilkada Jatim: Pemilih "Cuek" ke Khofifah, yang "Galau" ke Gus Ipul

    Regional
    Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

    Begini Modus Operasi Dugaan Pornografi di Situs Nikahsirri.com

    Megapolitan
    Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

    Kadis Perumahan DKI: Kalau Dia Membubarkan Ibadah Lagi, Keluarkan dari Rusun

    Megapolitan
    Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

    Panjat Tembok, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II Kota Parepare

    Regional
    Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

    Diduga Tidak Bisa Berenang, Santri Cilik Tewas Tenggelam

    Regional
    Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

    Daftar Juara Jepang Terbuka 2017, Indonesia Raih Satu Gelar

    Olahraga

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM