Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:41 WIB
LUMPUR LAPINDO
Tanggul Ditinggikan Lagi 1 Meter
| Rabu, 21 September 2011 | 03:38 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS - Tanggul untuk menahan lumpur Lapindo di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali ditinggikan 1 meter menjadi 12 meter. Itu dilakukan sebab volume lumpur terus meningkat selama sepekan terakhir.

Menurut Akmad Khusaeri dari Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang dihubungi di lokasi, Selasa (20/9), kondisi lumpur saat ini lebih baik dibandingkan pekan lalu. Berdasarkan pengukuran elevasi lumpur pada Senin (19/9) pukul 22.15 WIB di titik 21 B, jarak elevasi Lumpur dan bibir tanggul 35 sentimeter yang terdiri dari lumpur basah.

Pada titik 21 A lumpur kering, jarak elevasi lumpur dengan bibir tanggul mencapai 156 cm. Sementara pada titik 21, jarak elevasi lumpur dan bibir tanggul mencapai 158 cm.

Menurut Khusaeri, tiga titik itu paling kritis, selain titik 10 yang kondisinya dalam proses peninggian tanggul. Peninggian tanggul 1 meter dilakukan sepanjang 800 meter di sisi barat berdekatan dengan Jalan Raya Porong. Kini, proses peninggian tanggul sudah 50 persen.

Namun, Khusaeri mengkhawatirkan munculnya faktor lain yang tidak terduga saat dilakukan peninggian tanggul, misalnya, terjadi penurunan tanah yang ekstrem dan hujan deras.

”Dua fenomena alam ini bisa membuat proses perbaikan dan peninggian tanggul mubazir. Apalagi, berdasarkan hasil penelitian bawah permukaan tanah, tingkat penurunan tanah tertinggi justru ada di sisi tanggul yang sekarang berstatus rawan longsor,” ujarnya.

Berkaitan dengan peninggian dan perbaikan tanggul, puluhan polisi dari Polres Sidoarjo terus bersiaga dan melakukan pengamanan terhadap aktivitas di Porong. Pengamanan polisi tidak hanya di area perbaikan dan peninggian tanggul, tetapi juga di sepanjang Jalan Raya Porong.

Secara terpisah, Sri Winarto dari Humas PT Kereta Api Indonesia Daop VIII menjelaskan, PT KAI mempersiapkan pengalihan jalur kereta jika terjadi sesuatu di jalur Porong. Jika situasi tak memungkinkan, kereta api Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi akan dialihkan ke Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kediri-Blitar-Tulungagung-Malang. Jarak tempuh normal yang hanya 2,5 jam akan meningkat menjadi 5-6 jam.

Mengantisipasi pengalihan jalur kereta api, Stasiun Tarik, Sidoarjo, akan diaktifkan. ”Sampai saat ini rel masih layak dilalui, dan belum ada informasi dari BPLS. Memang sejak ada tanggul lumpur, kecepatan kereta api di wilayah itu rata-rata 20 kilometer per jam,” ujar Winarto.

Meskipun demikian, PT KAI tetap waspada terhadap ancaman luberan lumpur Lapindo yang menggenangi rel dan membahayakan perjalanan kereta. Selain membatasi kecepatan laju kereta api, dua petugas siaga di sekitar jalur Porong selama 24 jam secara bergantian untuk memantau dan memandu kecepatan kereta api yang melintas. (ETA)

Advertorial
»