Kamis, 23 Oktober 2014

News / Nasional

Kasus Nazaruddin

Pembuka Kotak Pandora Berhak Dilindungi

Rabu, 17 Agustus 2011 | 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Apa pun status hukumnya, seseorang yang berpotensi membuka kotak pandora kasus korupsi yang bahkan melibatkan elite politik berhak mendapat perlindungan.

Menurut anggota Komisi III DPR, Nudirman Munir, hal serupa semestinya didapatkan oleh bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang kini ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua. "Dia harus dilindungi, bukan malah diperlakukan begitu," kata Nudirman di Jakarta, Selasa (16/8/2011) malam.

Nudirman menyatakan, esensi kehadiran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) adalah juga untuk membuka kotak pandora persoalan, membuka tabir rahasia kasus yang selama ini tertutup. Semestinya status tersangka, terdakwa, ataupun terpidana tidak menghalangi LPSK untuk melindunginya sepanjang yang bersangkutan bisa mengungkap persoalan yang lebih besar. "Apa pun kejahatan orang, kalau mau buka mahaskandal, dia bisa diberi hak pengurangan hukuman," katanya.

Ia juga mengilustrasikannya dengan cerita film American Gangster yang dibintangi Denzel Washington. Dalam film itu, Frank Lucas yang diperankan oleh Denzel adalah seorang bandar narkoba kelas wahid. Penyelundupan narkoba dilakukan bahkan dengan memanfaatkan peti mati pahlawan Perang Vietnam.

Ketika kemudian ditangkap, Frank bersedia bekerja sama mengungkap keterlibatan polisi dan elite politik dalam praktik kejahatannya, bahkan sampai ke level pemerintahan tertinggi. "Hukumannya 135 tahun. Tapi, karena dia buka kotak pandora itu, dia dibebaskan," kata Nudirman.


Editor : Nasru Alam Aziz