Jumat, 18 April 2014

News / Nasional

Agus Yudhoyono Pembicara Futurologi

Rabu, 27 Juli 2011 | 21:26 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapten Inf Agus Harimurti Yudhoyono, Kamis (28/7/2011), akan menjadi salah satu pembahas dalam Konferensi Internasional mengenai Futurologi yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Washington DC, Amerika Serikat, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, kepada Kompas, Rabu (27/7/2011) di Jakarta. Konferensi setengah hari itu akan mengambil tema "How the World will Change in the Next 30 Years: World Experts Talk about Global Trends and Force that will Sweep the 21st Century."

Agus yang pernah menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon akan membahas topik geopolitik baru di abad ke-21 bersama koresponden dari Atlantic Media Company Robert Kaplan; pakar biologi dan ketahanan pangan, yang ahli di bidang rekayasa genetika tanaman Dr Robert Beachy; serta mantan Kepala Dewan Intelegensi Nasional, Prof Thomas Fingar.

"Yang akan dibahas Agus Yudhoyono soal geopolitik dan posisi Indonesia. Beliau paham karena menguasai soal itu," ujar Dino.

Menurut Dino, di luar tiga pakar futurologi, hadir pula sejumlah pakar futurologi lainnya yang akan memberikan perspektif dana analisis mengenai perubahan, inovasi, dan dampak dari perkembangan konstelasi politik, ekonomi, dan teknologi bagi masa depan dunia di abad ke-21.

Mereka di antaranya penulis buku The Next 1000 Year, The Next Decade dan The Future of War, Dr Geroge Friedman; penulis buku Technofutures: How Leading-Edge Innovations will Transform Business in the 21st Century, Dr James Canton; Vice Chairman of Citi, Global Head, Public Sector and Soverign Wealth Fund Zubaid Ahmad; dan Direktur Forum Asia Tenggara Stanford University, Prof Donald K Emmerson.

"Selama ini Indonesia sudah memulai sebagai pemain global. Sejak ikut dalam pertemuan negara-negara maju dan berkembang di G-20, Indonesia sudah menjadi pemain global yang diperhitungkan," tambah Dino lagi.

Dari konferensi itu, Dino berharap para pembicara bisa memprediksikan tren geopolitis global 30 tahun ke depan serta untuk mendapatkan gambaran skenario dan proyeksi keadaan dan posisi Indonesia di kancah global masa depan.


Editor : Robert Adhi Kusumaputra