Jumat, 1 Agustus 2014

News / Nasional

Militer

Presiden: Mutakhirkan Doktrin TNI

Rabu, 13 Juli 2011 | 19:33 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhyono mengemukakan, berdasarkan pengalamannya selama tujuh tahun menjalankan program pemerintahan, pembangunan kekuatan dan modernisasi sistem persenjataan sering tidak terkoordinasi dengan baik dan kurang mengalir dari strategi pertahanan dan doktrin yang dianut.

"Ini yang saya harapkan kita bisa perbaiki bersama," ujar Presiden dalam pembekalan kepada perwira tinggi TNI dan perwira menengah setingkat kolonel di Gedung Abdul Haris Nasution, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (13/7/2011).

Presiden menyebutkan pentingnya doktrin karena terkait dengan strategi militer, khususnya dalam mempertahankan dan mengamankan kedaulatan negara. "Doktrin TNI dan angkatan semua penting karena masih menjadi rujukan dalam military campaign dan military operation," katanya.

Menurut Presiden, keseluruhan perangkat doktrin TNI di semua angkatan perlu dimutakhirkan agar TNI bisa mengikuti perkembangan zaman serta siap menjawab dan menghadapi ancaman. Karena itu, Presiden yang didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menegaskan perlunya pembahasan bersama tentang doktrin pertahanan, termasuk implementasinya di lapangan, seperti pemahaman anggota TNI, pola latihan, dan juga alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tersedia.

"Mutakhirkan dan rumuskan kembali doktrin dari sisi how to defend dan how to fight. Implementasi harus kita pikirkan bersama-sama. Jadikan rujukan dalam pengembangan organisasi, gelar kekuatan, modernisasi alutsista, pendidikan dan pelatihan serta kesiagaan," ujarnya.

Pengarahan Presiden juga dihadiri oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI AU Marsekal Imam Syufaat, dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Pada Kamis (14/7/2011), Presiden dijadwalkan melantik dan mengambil sumpah 635 calon perwira remaja TNI angkatan 2011 di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU), Maguwo, Yogyakarta. Mereka terdiri dari Taruna Akademi Militer (Akmil), Kadet Akademi Angkatan Laut, dan Karbol AAU.


Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: