Minggu, 20 April 2014

News / Nasional

Merpati Jatuh karena Cuaca?

Sabtu, 7 Mei 2011 | 18:13 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan melaporkan, jarak pandang di udara Bandara Utarom, Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5/2011) sekitar pukul 14.00 WIT, hanyalah 500 meter. Mungkinkah cuaca buruk yang menyebabkan pesawat Merpati MA-60 PK MZK dengan nomor penerbangan MZ 8968 rute Sorong-Nabire-Kaimana itu jatuh?

Terlalu dini untuk menjawab. Dibutuhkan penelitian dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga berbulan-bulan. Namun boleh jadi, visibilitas yang rendah akibat cuaca buruk memang memicu kecelakaan itu.

Berdasarkan beberapa literatur penerbangan, misalnya, yang diterbitkan Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat, jarak pandang paling minim untuk pendaratan adalah 800 meter. Mengapa pesawat itu tidak dialihkan dari Kaimana? Hal itu juga butuh jawaban pasti.

Sekadar informasi pembanding, kecelakaan yang menimpa Xian MA-60 milik Zest Airways Penerbangan 865 pada 11 Januari 2009 juga disebabkan cuaca buruk. Ketika itu, Xian MA-60 Zest Airways mengalami undershot di Landasan Pacu 06 saat mendarat di Bandar Udara Godofredo P Ramos, Filipina.

Permasalahannya, berdasarkan Laporan Airport Coorperation Research Program, yang disponsori oleh FAA, ternyata undershot di landasan pacu disebabkan beberapa faktor, tak hanya cuaca.

Dalam urutan pertama kecelakaan undershot atau mendarat sebelum mencapai bandara, penyebabnya adalah prosedur pendaratan yang salah. Kedua, baru disebabkan kondisi cuaca buruk. Ketiga, kesalahan dari penerbangan. Keempat, karena kondisi landasan yang terlalu pendek. Kelima, disebabkan gagalnya sistem pendaratan pesawat. Keenam, disebabkan binatang liar, seperti burung (bird-strike) yang menghambat kerja mesin sehingga pesawat mendarat terlalu dini.

Ketika Xian MA-60 milik Zest Airways Penerbangan 865 mengalami insiden, di berbagai forum internet tercetus bahwa betapa pesawat buatan China itu tak andal. Namun, seorang pencinta pesawat dari London mengatakan bahwa radar MA-60 merupakan buatan Rockwell Collins Inc, perusahaan pemasok peralatan andal untuk penerbangan.

Jadi, KNKT memang harus menguak dan menemukan kebenaran, mencari jawaban dari pertanyaan demi pertanyaan. Apalagi, Merpati dalam waktu dekat akan mengoperasikan 14 pesawat serupa. Jawaban sesungguhnya dinanti, utamanya supaya rakyat negeri ini tak takut terbang dengan MA-60.


Editor : Nasru Alam Aziz