Minggu, 31 Agustus 2014

News / Megapolitan

Kehidupan Malam

"Pasar Kaget" Blok M Ciptakan Kemacetan

Selasa, 15 Maret 2011 | 08:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Volume kendaraan yang melintasi kawasan Blok M pada malam hari sebenarnya sudah jauh berkurang. Namun, kemacetan tetap terjadi setelah pukul 21.00 WIB, bertepatan dengan waktu dibukanya "pasar kaget".

Pasar dadakan kaki lima yang berlokasi di jalur masuk Blok M Plaza, tepat di sisi selatan Terminal Blok M, menjorok hingga Jalan Iskandarsyah. Alhasil, ruas jalan yang telah terpangkas antara 4 dan 5 meter untuk proyek jalan layang (flyover) Antasari-Blok M itu semakin sempit oleh lapak dan tenda pedagang.

"Kendaraan yang lewat sebenarnya tidak terlalu banyak. Macetnya karena jalannya jadi sempit oleh pasar kaget," kata Sobirin, pengojek yang sehari-hari mangkal di samping Terminal Blok M. Ia lantas menunjuk ke arah ujung pasar yang menjorok lebih dari satu meter ke dalam badan Jalan Iskandarsyah.

Menurut Dadang, pemilik counter pulsa di dekat lokasi pasar, para pedagang memang kerap menjejali dagangannya hingga menutup sebagian badan jalan. Untuk menghindari kemacetan ia berharap petugas terkait bisa melarang melebarnya areal pasar hingga ke Jalan Iskandarsyah.

"Apalagi jam 9-10 malam adalah jam pulang para SPG (sales promotion girl) pusat perbelanjaan sekitar terminal," ujar Dadang. Kehadiran mereka akan mengundang bus-bus umum berhenti lebih lama. Selain itu, ojek dan oplet pun akan ikut berjejeran di mulut jalur keluar mal.

Dalam pantauan Kompas.com, lalu lintas di depan Terminal Blok M relatif lancar. Volume kendaraan yang melintasi jalur tersebut hingga pukul 22.00 WIB tidak sepadat biasanya.

Anjuran untuk menghindari ruas Jalan Antasari hingga Blok M cukup manjur untuk menghindari kemacetan di sekitar jalur proyek jalan layang. Situasi berubah setelah pukul 21.00 dengan dimulainya aktivitas pasar kaget. Meski jumlah kendaraan terhitung sedikit, arus lalu lintas di depan pasar kaget tersendat-sendat karena terbatasnya ruas jalan yang tersisa bagi kendaraan yang melintas.


Editor : Hertanto Soebijoto