Kasus Paspor Gayus, Dua Lagi Ditangkap - Kompas.com

Kasus Paspor Gayus, Dua Lagi Ditangkap

Kompas.com - 12/01/2011, 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian kembali menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam sindikat pemalsuan paspor Sony Laksono yang digunakan bekas pegawai pajak Gayus Halomoan Tambunan. Total pelaku yang ditangkap adalah tiga orang.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi mengatakan, dua orang itu adalah warga sipil. Ito belum bersedia mengungkap identitas serta peran keduanya. "Kita tunggulah keterkaitannya, apa dia hanya mengantar atau mengenalkan. Sindikat itu kan ada pelaku, ada yang tidak terkait langsung dengan sindikat," ujar Ito di Mabes Polri, Rabu (12/1/2011).

Apakah keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka? "Belum," kata Ito. Jawaban sama terucap ketika ditanya apakah Gayus sudah ditetapkan tersangka terkait dengan pemalsuan dokumen.

Seperti diberitakan, sebelumnya Polri telah menangkap seorang berinisial A yang diduga anggota jaringan pembuat paspor. Dari penangkapan itu, diketahui Gayus menggelontorkan uang 100.000 dollar AS untuk membuat paspor. A telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polri dan pihak Direktorat Jenderal Imigrasi masih menyelidiki modus operandi keluarnya paspor tersebut. Paspor itu tercantum dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Semula, paspor tersebut disediakan untuk Margarita, anak berusia lima tahun. Namun, paspor itu tak diambil sehingga data Margarita belum diproses.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorA. Wisnubrata

    Terkini Lainnya

    RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

    RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

    Nasional
    Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

    Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

    Nasional
    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    Megapolitan
    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

    Megapolitan
    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Regional
    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Megapolitan
    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Nasional
    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Nasional
    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Regional
    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Megapolitan
    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Regional
    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Regional
    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Internasional
    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Nasional
    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Megapolitan