Penelitian Terkendala - Kompas.com

Penelitian Terkendala

Kompas.com - 10/12/2010, 04:20 WIB

Jakarta, Kompas - Lemahnya budaya meneliti, sarana-prasarana yang tak memadai, serta kebijakan pemerintah yang kurang mendukung menyebabkan banyak dosen enggan meneliti. Untuk karier di perguruan tinggi, mereka lebih suka menyiasati angka kredit dari publikasi di jurnal nasional.

”Banyak dosen mengeluhkan tingginya beban mengajar sehingga tugas meneliti terabaikan,” kata Ketua Laboratorium Mikrobioteknologi Universitas Mataram Muhamad Ali saat dihubungi Kamis (9/12).

Persaingan mendapatkan dana penelitian sangat ketat. Kebijakan pemerintah yang menekankan pada riset berbasis produk membuat dosen ilmu dasar sulit bersaing merebutkan dana yang terbatas. Saat proposal penelitian disetujui, banyak dosen, khususnya di Indonesia timur, terkendala peralatan dan akses informasi ilmiah yang terbatas.

Seusai meneliti, sebagian dosen memilih memublikasikan hasilnya di jurnal lokal intraperguruan tinggi atau jurnal nasional. Selain lebih mudah dan lebih cepat pemuatannya, angka kredit atau kum-nya tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian yang dimuat jurnal internasional.

”Pembatasan maksimal dua publikasi per semester untuk setiap dosen justru menghambat penelitian,” ungkapnya.

Koordinator Penelitian Unit Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung Ahmad Faried mengatakan, di luar persoalan teknis meneliti, seperti menyusun proposal penelitian yang detail, peneliti masih dibebani hal- hal birokratis, seperti penyusunan laporan kemajuan penelitian dan pelaporan dana penelitian sesuai sistem keuangan negara.

”Muncul ketakutan di antara peneliti, uang penelitiannya sedikit, tapi pelaporannya rumit. Risikonya pun berat,” ujarnya.

Publikasi internasional

Saat akan memublikasikan hasil penelitian, banyak dosen kesulitan menuliskannya. Format penulisan jurnal internasional jauh berbeda dengan penyusunan tesis ataupun disertasi.

”Ketika jurnal sudah terbit, peneliti juga harus siap untuk menerima pertanyaan, kritik, ataupun gugatan dari akademisi lain di seluruh dunia,” ujar Faried.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Arif Satria menyatakan, diperlukan pelatihan dan pendampingan bagi dosen untuk bisa menembus jurnal internasional. Meski dunia penelitian Indonesia belum semaju negara lain, kualitas hasil penelitiannya tidak kalah.

Publikasi internasional sangat bermanfaat untuk berbagai pengetahuan dan membangun jejaring dengan ilmuwan internasional. Jejaring ini bisa membuat peneliti Indonesia dikenal di kalangan akademisi global.

”Peneliti Indonesia harus punya keinginan untuk bisa memiliki pengaruh di dunia internasional di bidang keilmuannya. Keterbatasan yang ada seharusnya tidak mematahkan semangat untuk terus meneliti,” ujarnya.(ELN/MZW)

Editor

Terkini Lainnya

Cuaca Buruk dan Salju Lebat Lumpukan Perjalanan Transportasi di Eropa

Cuaca Buruk dan Salju Lebat Lumpukan Perjalanan Transportasi di Eropa

Internasional
Sandiaga: Kami Tak Mau 'Launching' Tanah Abang Sebelum Ada Maketnya

Sandiaga: Kami Tak Mau "Launching" Tanah Abang Sebelum Ada Maketnya

Megapolitan
'Dipikir di Jakarta Enggak Banyak Orang Gangguan Jiwa, Bertambah Tiap Tahun'

"Dipikir di Jakarta Enggak Banyak Orang Gangguan Jiwa, Bertambah Tiap Tahun"

Megapolitan
Konflik Israel-Palestina (5): Holocaust dan Imigrasi Ilegal Yahudi

Konflik Israel-Palestina (5): Holocaust dan Imigrasi Ilegal Yahudi

Internasional
Bisa Jawab Pertanyaan, Siswi Ini Dapat Cokelat dari Anies

Bisa Jawab Pertanyaan, Siswi Ini Dapat Cokelat dari Anies

Megapolitan
Mengenal Sudrajat, Cagub Jawa Barat yang Diusung Partai Gerindra

Mengenal Sudrajat, Cagub Jawa Barat yang Diusung Partai Gerindra

Nasional
Pemenang Nobel Perdamaian Peringatkan Dampak Senjata Nuklir

Pemenang Nobel Perdamaian Peringatkan Dampak Senjata Nuklir

Internasional
Membayangkan Jakarta Saat Asian Games

Membayangkan Jakarta Saat Asian Games

Megapolitan
Konflik Israel-Palestina (4): Revolusi Arab dan Solusi Dua Negara

Konflik Israel-Palestina (4): Revolusi Arab dan Solusi Dua Negara

Internasional
Foto Seksi Beredar di Medsos, Eks Anggota DPRD Ini Mengaku Diperas Rp 50 Juta

Foto Seksi Beredar di Medsos, Eks Anggota DPRD Ini Mengaku Diperas Rp 50 Juta

Regional
PM Israel Minta Rakyat Palestina Menerima Keputusan Trump

PM Israel Minta Rakyat Palestina Menerima Keputusan Trump

Internasional
Konflik Israel-Palestina (3): Sejumlah Konflik Awal di Palestina

Konflik Israel-Palestina (3): Sejumlah Konflik Awal di Palestina

Internasional
Ketika 2 Menteri dan 1 Bupati Jadi Tamu Tak Diundang di Pernikahan Warga

Ketika 2 Menteri dan 1 Bupati Jadi Tamu Tak Diundang di Pernikahan Warga

Regional
Berita Terpopuler: Diculik Selama 40 Tahun, hingga Israel Disebut Teroris

Berita Terpopuler: Diculik Selama 40 Tahun, hingga Israel Disebut Teroris

Internasional
700.000 Anak dan Orang Dewasa di Jakarta Barat Dapat Imunisasi Difteri

700.000 Anak dan Orang Dewasa di Jakarta Barat Dapat Imunisasi Difteri

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM