Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 16:24 WIB
Jhony Malela Tewas
Presiden Berikan Santunan Rp 10 Juta
Hindra Liu | Marcus Suprihadi | Jumat, 10 September 2010 | 18:18 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Caroline DamanikWarga berdesakan di depan pintu gerbang masuk Istana Negara, Jumat (10/9/2010), untuk mengikuti open house Lebaran bersama Presiden SBY dan keluarga.

JAKARTA, KOMPAS.com- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikatakan memberikan uang duka kepada keluarga Jhony Malela (45), penyandang tuna netra yang tewas pada insiden desak-desakan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/9/2010) ketika hendak bersilaturahim pada acara open house.

"Jumlah uang duka yang diberikan mungkin tidak besar. Beliau memberikan lebih kurang Rp 10 juta," kata Kepala Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan RI DJ Nachrowi kepada wartawan, Jumat.

Saat ini, staf Rumah Tangga Kepresidenan tengah menuju Kepolisian Sektor Metro Gambir guna memberikan uang santunan kepada istri Jhony. Dikatakan pula, Presiden terkejut dan prihatin begitu mendapat kabar adanya korban tewas.

Pada acara open house tersebut, Presiden setidaknya menerima 3.500 warga dan penyandang tuna netra. Ketika ditanya apakah hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk acara open house tahun berikutnya, Nachrowi enggan berkomentar. "Itu nanti, silakan tanya juru bicara," katanya.

Kendati prihatin, Presiden tak sempat menengok korban. Usai open house, Presiden langsung bergegas kembali menuju kediaman pribadinya di Puri Cikeas Indah, Bogor.

Advertorial
»