Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 08:02 WIB
Open House di Istana
Mau Ketemu Presiden, Warga Berdesakan
Caroline Damanik | Glori K. Wadrianto | Jumat, 10 September 2010 | 14:24 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Caroline DamanikWarga berdesakan di depan pintu gerbang masuk Istana Negara, Jumat (10/9/2010), untuk mengikuti open house Lebaran bersama Presiden SBY dan keluarga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerumunan warga yang ingin bejabat tangan dengan Presiden makin bertambah. Mereka berjejalan di depan pintu gerbang Istana Negara yang berbatasan dengan Jalan Majapahit, Jumat (10/9/2010) siang.

Acara halalbihalal  dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga rencananya akan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Menjelang acara itu, pintu gerbang sempat dibuka sekitar pukul 13.45WIB. Kontan, warga yang telah menunggu sejak pagi hari berhamburan masuk dengan berdesak-desakan. Alhasil, tak sedikit warga yang berjatuhan bahkan terinjak.

Salah satu Paspampres yang biasa bertugas mengatakan keributan sempat terjadi ketika pintu dibuka. "Tak sampai semenit, langsung berebutan masuk begitu," katanya.

Akhirnya, pintu pun terpaksa ditutup lagi. Sementara, mereka yang sudah terlanjur masuk dikumpulkan di lapangan rumput di sisi kanan pintu gerbang. Lalu diminta menuju tenda khusus di dekat pintu dalam dengan cara berbaris.

Di luar gerbang warga masih tetap menumpuk. Tua muda, laki dan perempuan bercampur baur berdesak-desakan. Sesekali, mereka mencoba menggeser pintu gerbang. Namun, segera ditahan oleh Paspampres.

Wiya, warga Pasar Rumput yang datang bersama dua anaknya, ikut berdesakan di barisan pertama kerumunan warga. Dia sangat berharap masuk ke Istana dan bersilaturahim dengan Presiden dan keluarga. "Sudah dari jam10 ini nunggunya," katanya.

Di sisi lain, Paspampres berusaha mengalihkan tumpukan warga dengan membuka pintu gerbang yang berbatasan dengan Jalan Veteran. Namun, banyak warga tak percaya begitu saja dan tetap berdesakan di pintu gerbang yang berbatasan dengan Jalan Majapahit sambil berteriak-teriak. "Buka, buka, buka!" seru mereka.