Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 03:21 WIB
Ramadhan
Priyo: Negara Lain Kagumi Takbir Akbar
Hindra Liu | I Made Asdhiana | Kamis, 9 September 2010 | 20:42 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS.com
Wakil Ketua DPR sekaligus anggota Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Takbir Akbar Nasional Priyo Budi Santoso, yang juga Wakil Ketua DPR RI, mengatakan, para duta besar negara sahabat menyatakan kekagumannya terhadap acara Takbir Akbar yang digelar Dewan Masjid Indonesia didukung Kementerian Agama. Pasalnya, acara takbir ini melibatkan para pimpinan negara dengan warganya.

Mereka para duta besar terinspirasi untuk melakukan hal serupa di negara masing-masing.
-- Priyo Budi Santoso

"Mereka (para duta besar) terinspirasi untuk melakukan hal serupa di negara masing-masing," kata Priyo ketika menyampaikan kata sambutannya di hadapan belasan ribu jemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (9/9/2010) malam.

Dikatakan Priyo, yang juga politisi Golkar, acara ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang digelar sejak bulan Ramadhan.

Pada kesempatan tersebut, Priyo secara simbolis menyerahkan paket Ramadhan kepada 10 orang anak yatim-piatu dan kaum dhuafa.

Priyo juga menyempatkan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami berdoa untuk kesehatan dan kekuatan Bapak dalam memimpin bangsa," kata Priyo.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali dalam sambutannya, mengatakan, agama Islam bukan sekadar formalistik dan peribadatan belaka.

"Islam penuh dengan nilai heroistik. Semangat Idul Fitri harus ditransformasikan dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Semoga kita semua dapat memetik hikmah dari setiap hari besar Islam yang kita peringati demi hari esok yang lebih baik," kata Suryadharma.

Hadir pada acara takbir akbar nasional tersebut, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.