Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 05:31 WIB
Idul Fitri
Baasyir Ingin Shalat Id di Mabes Polri
Sandro Gatra | I Made Asdhiana | Kamis, 9 September 2010 | 19:43 WIB
|
Share:
TRIBUNNWEWS.COMAbu Bakar Baasyir

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun Polri tidak mengizinkan, Abu Bakar Baasyir, tersangka yang diduga terlibat kegiatan terorisme di Aceh tetap menginginkan menjalankan shalat Id besok, Jumat (10/9/2010), diluar rumah tahanan (rutan) Bareskrim Mabes Polri.

Ustad Baasyir tetap berkeinginan shalat Id diluar, minimal di lingkungan Mabes Polri.
-- Hasyim Abdullah

"Ustad (Ba'asyir) tetap berkeinginan shalat Id diluar, minimal di lingkungan Mabes Polri karena memang sunahnya seperti itu," ujar kerabat dekat Baasyir, Hasyim Abdulah, di Mabes Polri, Kamis (9/9/2010).

Sebelumnya, Kepala Bidang Penerangan Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto, mengatakan, seluruh tahanan muslim yang ditahan di rutan Bareskrim tidak diperkenankan menjalankan shalad Id diluar rutan. Pasalnya, tidak ada petugas yang dapat menjaga seluruh tahanan selama diluar rutan. Selama ini, kata dia, belum pernah ada tahanan Bareskrim yang diizinkan keluar.

Menurut Hasyim, alasan Polri itu tidak masuk akal karena permintaan Baasyir hanya shalat Id di Mabes Polri yang tetap terpantau petugas. Dia membandingkan ketika Kepala Polri dijabat Da'i Bahtiar. "Dulu kan pernah juga, ustad Abu diizinkan saat zaman pak Da'i Bahtiar shalat di halaman Rumah Sakit Polri," ucap dia.

Ketika ditanya rencana anggota Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) yang akan shalad Id didalam rutan agar memenuhi syarat jumlah jamaah, Hasyim mengatakan, ia belum menerima kepastian dari pihak JAT. "Memang ada rencana untuk shalat di dalam tahanan tapi belum tau kabar selanjutnya. Sepertinya tidak," ucapnya.

Seperti diberitakan, menurut Marwoto, jumlah tahanan di Bareskrim hanya 42 orang dan tidak seluruhnya muslim. Baayir ditahan sejak Senin (9/8/2010) setelah ditangkap di wilayah Polresta Banjar, Jawa Barat. Pemimpin tertinggi JAT itu diduga terlibat dalam aktivitas kelompok teroris yang berlatih di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar.