Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 16:13 WIB
Polri Dukung Penguatan Kompolnas
Sandro Gatra | I Made Asdhiana | Kamis, 9 September 2010 | 18:22 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Polisi menulis surat tilang bagi pengendara sepeda motor yang melintas di Jembatan Layang Pesing, Jakbar, Selasa (3/8). Sidang ribuan pelanggar lalu lintas yang sebagian besar terjaring dalam operasi sterilisasi jalur bus transjakarta itu dilakukan di pengadilan mulai hari ini.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian mendukung rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memperkuat peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Polri menilai rencana itu akan membuat Kompolnas independen.

Saya kira polisi tidak keberatan. Memang Kompolnas harus terpisah.
-- Brigjen Iskandar Hasan

"Saya kira polisi tidak keberatan. Memang Kompolnas harus terpisah, jadi satu (dengan Polri) bisa terpengaruh," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Iskandar Hasan, di Mabes Polri, Kamis (9/9/2010).

Iskandar mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi pemberian anggaran tersendiri untuk Kompolnas. Selama ini, Kompolnas masih memakai anggaran dari Polri. Dengan penguatan itu, fungsi pengawasan kinerja Polri lebih maksimal. "Kita dukung Kompolnas lebih mandiri dan lebih independen," kata dia.

Seperti diberitakan, Kompolnas sedang membahas revisi Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2005 tentang Kompolnas. Salah satu substansi yang akan direvisi terkait proses pemilihan calon Kepala Polri. Proses pemilihan dinilai tidak tegas lantaran tidak disebutkan lembaga mana yang berhak mengajukan nama ke Presiden.

Akibatnya, selain Kompolnas, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri juga akan mengajukan calon penggantinya kepada Presiden.

Advertorial
»