Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 15:58 WIB
Gerindra: Adjie Menembus Tradisi Kepatuhan
Inggried Dwi Wedhaswary | Erlangga Djumena | Selasa, 7 September 2010 | 12:40 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pemikiran yang dituangkan Kolonel Adjie Suradji dalam tulisan opini "Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan" merupakan pemikiran yang sangat kritis dan tajam. "Menurut hemat saya sangat menggambarkan kondisi dan kenyataan yang terjadi," kata Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/9/2010).

Anggota Komisi I ini menilai tulisan itu menjadi sangat menarik karena dilakukan oleh seorang tentara aktif yang diikat kode etik tak boleh mengkritik atasan.

Dalam tulisannya, Adjie memberikan catatan atas kepemimpinan Presiden SBY yang menjadi panglima tertinggi TNI. Salah satu tolok ukur tentara adalah loyalitas. Dari sisi ini, apa yang disampaikan Adjie dianggap tidak pas. "Seorang tentara aktif memberikan kritik tajam kepada panglima tertinggi. Ini luar tradisi ketentaraan," ujarnya.

Pemikiran yang dilontarkan Adjie, menurut Muzani, menembus tradisi kepatuhan TNI. "Mungkin dia sedang ada masalah. Tapi, keberaniannya menembus tradisi menjadi sinyal ada masalah serius di internal TNI," kata Muzani.

Advertorial
»