SEMARANG, KOMPAS.com - Jemaah Ahmadiyah di Semarang mengaku tidak kaget dengan rencana pemerintah membubarkan organisasi yang mereka anut setelah Lebaran 2010.
"Bagi kami bahkan mungkin untuk semua Jemaah Ahmadiyah se-Indonesia mendengar rencana pembubaran Ahmadiyah bukan hal yang baru. Kami tak kaget lagi," kata Kepala Jemaah Ahmadiyah Cabang Semarang, Agus Supriyanto, Senin (6/9/2010).
Sejak 2005, pasca-insiden Parung, sebenarnya permasalahan Ahmadiyah telah selesai dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, tetapi setelah itu masih ada saja yang menyinggungnya hingga wacana pembubaran.
Ia menyayangkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai wakil pemerintah yang mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan pro-kontra di masyarakat.
"Seharusnya sebagai menteri bagian dari pemerintah dapat mengeluarkan pernyataan yang kondusif," katanya.
Ditanya soal tindak lanjut mengenai wacana pembubaran Ahmadiyah pascalebaran, Supriyanto mengatakan bahwa Ahmadiyah sudah merupakan badan hukum sehingga proses yang ditempuh melalui jalur hukum pula.
"Kami akan berjuang dan berdoa dengan menyerahkan semuanya kepada Allah. Jika kemungkinan terburuknya Ahmadiyah dibubarkan, secara organisasi dapat dibubarkan, akan tetapi tentu yang namanya keyakinan bagaimana bisa membubarkannya," katanya.
Khusus Jemaah Ahmadiyah Cabang Semarang, memiliki penganut lebih dari 200 orang, sedangkan di Jateng terdapat 13 cabang, di antaranya di Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kota Salatiga, dua cabang di Kota Purwodadi, dan dua cabang di Kabupaten Semarang.
"Di Jateng, Ahmadiyah tidak pernah ada masalah. Bahkan ini tadi dari kepolisian datang ke sini menanyakan soal kapan kami merayakan hari raya dan kami sampaikan bahwa kami taat kepada pemerintah," katanya.
Ia mengatakan, sebenarnya Ahmadiyah selama ini selalu taat kepada pemerintah. Begitu hubungan dengan lingkungan sekitar, katanya, selalu terbina secara baik.
"Pada bulan Ramadhan tahun ini dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu mengadakan buka bersama gratis. Mereka yang buka bersama dari anggota sangat sedikit, sementara yang lain adalah tukang becak dan masyarakat umum lainnya," katanya.
