TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Sejumlah masyarakat Karo yang berada di sekitar kaki Gunung Sinabung melakukan ritual menolak bencana sambil memberikan sesajen dan berdoa kepada arwah leluhur, yang mereka yakini sebagai penjaga Gunung Sinabung, di Desa Sukanalu, Karo, Sumatera Utara, Kamis (2/9/2010).
MEDAN, KOMPAS.com — Program tanggap darurat bagi belasan para pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabanjahe, Kabupaten Karo, akan berakhir Kamis (9/9/2010) mendatang.
Namun, jika Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono menyatakan kondisi Gunung Sinabung masih belum aman, maka program tanggap darurat akan diperpanjang lagi seminggu kemudian.
Penjelasan itu disampaikan Bupati Karo Daulat Daniel Sinulingga saat memberikan laporan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ruang VVIP Pangkalan Udara TNI AU Kelapa Sawit, Medan, Sumut, Senin (6/9/2010) pagi tadi.
"Status tanggap darurat sekarang ini akan berakhir tanggal 9 September mendatang. Akan tetapi, jika menurut Pak Surono keadaan masih belum aman, ya itu akan dilanjutkan lagi seminggu mendatang," ujarnya.
Sejak letusan Guning Sinabung, Minggu (29/8/2010) dini hari lalu, hingga kini tercatat 23.500 pengungsi. "Jumlahnya selalu berubah dan kami mendatanya lagi nanti malam pukul 19.00 WIB," katanya.
Sebenarnya, tambah Sinulingga, yang mengungsi adalah penduduk di radius 6 kilometer dari Gunung Sinabung yang meletus. Akan tetapi, para penduduk yang di luar radius tersebut dan merasa masih dekat dengan gunung tersebut merasa tidak aman sehingga mereka ikut mengungsi juga.
"Sejauh ini, logistik untuk pengungsi cukup aman dan kami belum menghadapi kesulitan. Semuanya kami bisa menghadapinya. Ini berkat bantuan Pak Presiden, para menteri, gubernur, dan elemen masyarakat lainnya yang ikut membantu," lanjutnya.
Sinulingga juga mengakui adanya beberapa penyakit yang diderita para pengungsi, seperti diare dan penyakit ISPA. "Akan tetapi, tidak ada satu pun korban yang meninggal akibat letusan gunung tersebut, kecuali satu orang yang kebetulan memang sudah menderita stroke," paparnya.
Sebelumnya, Sinulingga mengungkapkan, bantuan dana yang diterimanya sampai saat ini tercatat Rp 1,96 miliar.
