Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:09 WIB
Tinjau Gunung Sinabung
SBY Ingin Pastikan Letusan Susulan
Suhartono | Glori K. Wadrianto | Senin, 6 September 2010 | 11:01 WIB
|
Share:
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Sejumlah masyarakat Karo yang berada di sekitar kaki Gunung Sinabung melakukan ritual menolak bencana sambil memberikan sesajen dan berdoa kepada arwah leluhur, yang mereka yakini sebagai penjaga Gunung Sinabung, di Desa Sukanalu, Karo, Sumatera Utara, Kamis (2/9/2010).

MEDAN, KOMPAS.com — Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke lokasi kawasan Gunung Sinabung, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (6/9/2010) pagi ini, mempunyai dua tujuan.

Selain memastikan apakah gunung yang meletus setelah 400 tahun "tidur", masih bisa meletus lagi suatu saat, Presiden pun ingin melihat dari dekat penanganan pascaletusan. Penanganan itu khususnya terhadap lebih dari 23.000 pengungsi yang meninggalkan rumah dan desa mereka akibat letusan gunung setinggi 2.450 meter di atas permukaan laut itu.

Hal itu diungkapkan Presiden setelah mendengarkan laporan dari Gubernur Sumut Syamsul Arifin dan Bupati Karo DD Sinulingga di Ruang VVIP Pangkalan Udara TNI AU Kelapa Sawit, Medan, Sumut, Senin pagi tadi.

"Saya ingin nanti kalau saya sudah melihat langsung Gunung Sinabung di lokasi pemantauan, saya mendapat pengarahan langsung dari Pak Surono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dari pakar-pakar lainnya untuk mengetahui kemungkinan gunung tersebut masih bisa meletus lagi. Bukan apakah gunung ini akan meletus lagi atau tidak," tandasnya.

"Selanjutnya, jika sudah diketahui kemungkinan ke depan intensitas gunung tersebut, baru saya akan bisa melihat bagaimana ke depan para pengungsi tersebut. Ingat, belasan ribu ini dengan keluarganya bisa memberikan berbagai masalah sosial yang harus diantisipasi sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya jika memang sudah bisa dipastikan kondisi Gunung Sinabung tersebut," ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengungkapkan akan memberikan bantuan uang tunai Rp 3 miliar dengan rincian Rp 2 miliar dikelola oleh Kementerian Sosial dan Rp 1 miliar akan dikelola oleh Staf Khusus Kepresidenan.

Sebelumnya, Sinulingga mengungkapkan, Presiden sudah memberikan bantuan natura sesaat setelah terjadinya letusan Gunung Sinabung. Adapun Syamsul Arifin memastikan tidak adanya korban meninggal yang secara langsung terjadi akibat letusan Gunung Sinabung. "Kecuali, kecemasan dan kepanikan yang terjadi karena kami belum memiliki pengalaman dan peristiwa itu terjadi setelah 400 tahun yang lampau sehingga kami sama sekali tidak menduganya," ujarnya.