JAKARTA, KOMPAS.com - Gagasan pemindahan ibu kota negara kembali bergulir. Anggota DPR RI Abdul Malik Haramain menilai bahwa realisasinya benar-benar mendesak. Jakarta patut 'ditinggalkan'. Cukuplah hanya menjadi pusat administratif.
"Jakarta sudah tidak layak. Seharusnya kota Jakarta hanya sebagai pusat administarsi, pendidikan, perkantoran, dan perbelanjaan," tutur politisi PKB ini di Warung Daun Cikini, Sabtu (4/9/2010).
Malik mengatakan, pemindahan ibu kota negara bisa dimulai dengan survei yang memadai. Menurutnya, Kalimantan bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai ibu kota negara.
"Jakarta pusat administratif saja, sementara menteri dan pejabat-pejabat lainnya ditempatkan di kota terpisah dari Jakarta saja," ujarnya.

