MEDAN, KOMPAS.com — Pengungsi korban letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengeluhkan minimnya bantuan berupa pakaian dalam, baik untuk laki-laki maupun perempuan, Sabtu (4/9/2010). Banyak pengungsi yang belum mengganti pakaian dalamnya sejak mengungsi delapan hari lalu.
Sehate Ginting (52), warga Desa Sukandebi, yang mengungsi di Jambur Taras mengatakan, sejak awal mengungsi, dia tidak pernah mengganti pakaian dalamnya karena tidak sempat membawa ganti. Meskipun panitia pengungsian kerap membagikan pakaian dalam, sering kali jumlahnya tidak mencukupi atau ukurannya tidak sesuai. "Kami juga malu kalau harus meminta dan menyebutkan ukurannya," ujarnya.
Hal serupa dikatakan Aslina Sitepu (50), warga Desa Simacem, Kecamatan Simpangampat, yang mengungsi di Jambur Haloho, Kabanjahe. Biasanya setiap hari sekali dia mengganti pakaian dalamnya. Namun, selama di pengungsian, dia tidak pernah menggantinya.
"Saya hanya baru bisa mengganti kutang dua hari lalu setelah ada bantuan. Itu pun sebenarnya kurang pas ukurannya. Semoga saja ada yang mau memberi bantuan pakaian dalam," kata Aslina yang telah mengungsi sejak Minggu (29/8/2010) itu.
Beberapa pengungsi laki-laki bahkan memilih tidak memakai celana dalam karena tidak memiliki ganti. Yang penting tidak tampak telanjang. "Ini kan darurat," kata seorang pengungsi di Jambur Tuah Lopati, Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, yang enggan disebut namanya.
Koordinator pengungsian Jambur Taras, Naksir Purba, menjelaskan, jumlah pakaian dalam yang dibutuhkan pengungsi setidaknya mencapai 1.000 lembar. Dia berharap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo atau donatur memberi bantuan pakaian dalam dengan berbagai ukuran sehingga mudah saat pembagian.
"Kami juga butuh popok dan pembalut. Kira-kira cukup untuk 500 orang dewasa dan bayi," papar Naksir yang menangani 2.753 pengungsi dari 23 desa itu.
Hingga Sabtu pagi, jumlah pengungsi mencapai 21.701 jiwa. Diperkirakan, setengah dari jumlah tersebut membutuhkan pakaian dalam.
Saat ini, bantuan logistik yang terdaftar di Posko Utama BPBD Kabupaten Karo mencapai 14 item yang nilai totalnya mencapai Rp 553,4 juta. Dari daftar tersebut, masih tersisa 2.400 lembar pakaian dalam untuk perempuan dan 500 dus pembalut.

