Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 23:55 WIB
DPR Lebih Butuh Staff Ahli
Caroline Damanik | Asep Candra | Sabtu, 4 September 2010 | 11:09 WIB
|
Share:
KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi Gedung DPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota dewan pun masih pecah suara mengenai rencana pembangunan gedung baru DPR RI berlantai 36 yang didesain berbentuk huruf U terbalik.

Anggota DPR RI Abdul Malik Haramain mengaku kaget dan jelas menolak rencana tersebut. Menurutnya, lebih baik para anggota dewan mendukung penambahan jumlah staf ahli daripada mendukung pembangunan gedung baru.

"Ada sesuatu yang lebih urgent selain gedung. Apa teman-teman di BURT enggak tahu produktivitas anggota dewan turun. Jadi lebih baik staf ahli ditambah lalu rekrutmennya diseleksi seketat mungkin," katanya dalam diskusi mingguan Polemik di Warung Daun Cikini, Sabtu (4/9/2010).

Malik mengatakan, sudah beberapa kali mengajukan tapi tak kunjung dipenuhi. BURT malah lebih memikirkan soal gedung daripada kualitas dan produktivitas anggota.

"Fokus DPR harusnya bukan gedung, tapi mengembalikan trust publik ke DPR, membangun produktivitasnya, memperbaiki kapasitas dan integritasnya. Itu yang mendesak," tegas politisi PKB ini.

Oleh karena itu, Malik berencana memobilisasi suara anggota lainnya untuk menolak rencana pembangunan ini dalam rapat paripurna. Dia berharap rencana ini bisa ditolak. Apalagi, terdapat masalah dalam prosedur pembangunannya, sementara komunikasi antar pimpinan juga belum tuntas.

Anggota BURT DPR RI Michael Wattimena juga mengaku sepakat dengan rencana penambahan staf ahli untuk setiap anggota. Pasalnya, merujuk pada kunjungan kerja anggota BURT di sejumlah negara Eropa dan Amerika, jumlah staf ahli anggota perlemen berjumlah minimal lima orang.

"Tapi kalau sekarang kita tambah, mau ditaruh dimana staf-staf ahli itu," ungkap politisi Demokrat yang getol mendorong pembangunan gedung baru ini.