Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:37 WIB
Bayi-bayi Pengungsi Sinabung Butuh Susu
| Benny N Joewono | Jumat, 3 September 2010 | 22:34 WIB
|
Share:
shutterstockilustrasi

KABANJAHE, KOMPAS.com — Sejumlah bayi pengungsi korban musibah letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, saat ini membutuhkan bantuan susu dan makan an instan.

"Kami memperkirakan banyak bayi di lokasi-lokasi pengungsian membutuhkan bantuan susu dan makan an khusus bayi," kata Abadinta Barus, sukarelawan dari SWAT Rescue di Kabanjahe, Jumat (3/9/2010).

Menurut dia, paket bantuan makan an yang disalurkan kepada pengungsi korban letusan Gunung Sinabung hingga kini hanya cocok dikonsumsi orang dewasa.

Padahal, menurut Abadinta, hampir di setiap lokasi pengungsian terdapat bayi yang mayoritas berusia di bawah satu tahun.

"Bayi-bayi di lokasi pengungsian itu perlu diberi susu dan makan an instan agar selama di pengungsian fisik dan ketahanan tubuhnya terjaga," paparnya.

Dia juga menyarankan kepada petugas di posko-posko penampungan pengungsi untuk ikut menyampaikan kepada para dermawan dan instansi pemerintah terkait agar menyiapkan susu dan makan an khusus buat para bayi.

Selain bayi, pihak Satkorlak penanggulangan bencana dan pengungsi korban letusan Gunung Sinabung perlu menjajaki kerja sama dengan berbagai lembaga khusus di bidang psikoterapi.

Kerja sama tersebut bertujuan memberi bimbingan dan masukan kepada pengungsi, khususnya anak-anak usia sekolah dasar agar tidak mengalami tekanan mental akibat musibah letusan gunung tersebut.

Sebagaimana diketahui, Gunung Sinabung sejak 29 Agustus lalu mulai mengeluarkan asap dan debu vulkanik.

Bahkan, gunung api yang sudah ratusan tahun tidak pernah aktif itu pada 31 Agustus meletus dan menyemburkan lava pijar serta debu vulkanik.

Hingga Jumat, Gunung Sinabung tercatat sudah empat kali meletus dan membuat lebih dari 20.000 orang warga yang bermukim pada radius sekitar 10 kilometer terpaksa mengungsi.

Sumber :
ANT
Advertorial
»